Jateng

Diskumperindag Kabupaten Semarang Sebut Stok LPG untuk Lebaran Cukup Aman

×

Diskumperindag Kabupaten Semarang Sebut Stok LPG untuk Lebaran Cukup Aman

Sebarkan artikel ini
Suasana dalam launching Pusat Oleh-oleh Terpadu Dusun Semilir, Rabu 11 Maret 2026 petang. (Bowo Pribadi/beritajateng.tv)
Suasana dalam launching Pusat Oleh-oleh Terpadu Dusun Semilir, Rabu 11 Maret 2026 petang. (Bowo Pribadi/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Dinas Koperasi Usaha Mikro Perindustrian dan Perdagangan (Diskumperindag) Kabupaten Semarang menjamin pasokan dan stok komoditas kebutuhan pokok cukup aman pada masa libur Idul Fitri 2026.

Demikian halnya dengan LPG kebutuhan masyarakat. Selain aman dari sisi ketersediaan dan pasokan. Dari sisi harga juga relatif terkendali dan tidak ada harga komoditas yang melambung signifikan.

Kepala Diskumperindag Kabupaten Semarang, Heru Subroto mengungkapkan, selama ini pantauan terkait pasokan dan harga komoditas pokok di pasar tradisional dilakukan jajarannya.

“Tak terkecuali selama bulan suci Ramadhan hingga masa libur hari raya Idul Fitri nanti,” jelasnya, di sela menghadiri launching Pusat Oleh-oleh Terpadu Dusun Semilir, Rabu 11 Maret 2026 petang.

Pantauan harian ini untuk memberikan laporan kondisi stok dan harga bahan komoditasnpokok masyarakat baik ke pemerintah daerah. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah dan juga kementerian terkait.

BACA JUGA: Jelang Mudik Lebaran 2026, Apakah Stok BBM dan LPG Aman? Ini Kata Pertamina

Begitu ada penemuan komoditi yang harganya melebihi Harga Acuan Penjualan (HAP), maka Dinas Koperasi Usaha Mikro Perindustrian dan Perdagangan akan langsung mengambil langkah-langkah untuk menyikapinya.

Sehingga sampai dengan saat ini harga komoditas pokok di masyarakat masih cukup terkendali dan masih di baeah batas toleransi HAP. “Artinya masih normal belum ada lonjakan yang signifikan yang melebih HAP dan Harga Eceran Tertinggi (HET),” tegasnya.

Contohnya beberapa waktu lalu saat harga cabai mengalami lonjakan yang jauh melebihi HAP Rp57 ribu per kilogram dan tembus Rp 90 ribu per kilogram. Diskumperindag bersama Dinas Pertanian Perikanan dan Pangan melakukan operasi pasar.

Sampai hari ini harga komoditas cabai relatif stabil dan harganya masih dalam batas toleransi HAP. Operasi pasar juga terlaksana secara terjadwal, untuk menekan inflasi daerah di Kabupaten Semarang.

Khusus untuk komoditas energi dalam hal ini LPG kebutuhan masyarakat, Dinas Koperasi Usaha Mikro Perindustrian dan Perdagangan juga proaktif menjalin komunikasi dengan BUMD terkait. Bahkan juga berkoordinasi dengan Pertamina.