Olahraga

Duh! PSIS Semarang Resmi Anjlok ke Klasemen Paling Bawah, Rekor Terburuk Sejak Promosi 2018

×

Duh! PSIS Semarang Resmi Anjlok ke Klasemen Paling Bawah, Rekor Terburuk Sejak Promosi 2018

Sebarkan artikel ini
PSIS Degradasi Liga | PSIS FIFA | PSIS PSS Barito
Salah satu pemain PSIS Semarang meringis kesakitan sewaku laga melawan PSS Sleman, Selasa, 17 Desember 2024. (Foto: Instagram/@psisfcofficial)

SEMARANG, beritajateng.tv – Persaingan papan bawah BRI Liga 1 2024/2025 kian sengit usai kemenangan PSS Sleman atas PSM Makassar dengan skor 3-1. Hasil ini membawa Super Elja naik satu posisi ke peringkat 17, menggeser PSIS Semarang ke posisi paling dasar klasemen sementara.

Meskipun mengoleksi poin yang sama, yakni 25, PSS Sleman unggul secara head to head dari PSIS. Pada pertemuan pertama, PSS berhasil menang 2-1 atas Mahesa Jenar. Kondisi ini memperburuk posisi PSIS yang kini berada di ambang degradasi ke Liga 2.

Laga pekan ke-32 antara PSIS melawan PSS di Stadion Jatidiri pada Jumat, 9 Mei 2025 akan menjadi laga krusial. Kedua tim berjuang keluar dari zona merah yang dihuni penghuni peringkat 16 hingga 18. Jika tak ada perubahan signifikan, salah satu dari mereka hampir pasti terdegradasi.

BACA JUGA: Dua Kali Gol Bunuh Diri, PSIS Semarang Kalah Telak 0-4 Kontra Bali United, Makin Sulit Jauhi Degradasi

Sejak promosi pada 2018, PSIS belum pernah merasakan posisi terbawah klasemen. Musim ini menjadi catatan terburuk bagi Mahesa Jenar.

Situasi kian genting usai pemecatan pelatih kepala Gilbert Agius, yang kini digantikan Muhammad Ridwan sebagai caretaker.

Tugas berat menanti Ridwan untuk menyelamatkan PSIS dari jurang degradasi. Sayangnya, debutnya justru berujung kekalahan telak dari Bali United dengan skor 0-4. Kekalahan ini memperpanjang catatan buruk PSIS musim ini.

BACA JUGA: Jelang PSIS Semarang Hadapi Bali United, Ini Kata Coach Ridwan Pengganti Sementara Gilbert Agius

Meski begitu, Ridwan tetap optimistis. Ia menegaskan timnya takkan menyerah selama peluang masih terbuka. “Tiga laga lagi, kita tetap akan berusaha sekuat tenaga,” ujarnya.

Ridwan juga menyampaikan permohonan maaf atas hasil buruk timnya. “Saya pribadi meminta maaf terhadap hasil yang kurang menguntungkan ini,” ucapnya.

Kini, PSIS harus tampil habis-habisan jika ingin bertahan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia. (*)