Jateng

Duka Bencana, Disparta Kabupaten Semarang Dukung Tak Ada Pesta Kembang Api Tahun Baru

×

Duka Bencana, Disparta Kabupaten Semarang Dukung Tak Ada Pesta Kembang Api Tahun Baru

Sebarkan artikel ini
Pesta Kembang Api Semarang
Ketua Disparta Kabupaten Semarang, Wiwin Sulistyowati. (Bowo Pribadi/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang mendukung imbauan agar tidak ada euforia pesta kembang api pada perayaan malam tahun baru 2026, Rabu, 31 Desember 2025 nanti.

Terutama, pesta kembang api yang penyelenggara gelar dengan mendatangkan massa guna menyambut malam pergantian tahun di berbagai destinasi wisata di Kabupaten Semarang.

Pasalnya, masih banyak masyarakat di berbagai daerah di tanah air yang hingga saat ini masih berduka. Sebab, mereka terdampak rentetan bencana alam yang terjadi beberapa waktu lalu.

Tak hanya di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh, di Jawa Tengah ada pula dua kabupaten yang masyarakatnya masih berduka akibat terdampak bencana alam.

BACA JUGA: Pemkot Semarang Tiadakan Pesta Kembang Api Pada Malam Pergantian Tahun Baru

“Sehingga kurang etis jika ada euforia pesta kembang api saat menyambut tahun baru nanti,” ungkap Kepala Dinas Pariwisata, Wiwin Sulistyowati, di Ungaran, Senin, 29 Desember 2025.

Wiwin juga menyampaikan, Dinas Pariwisata memang tidak mengeluarkan izin untuk menggelar pesta kembang api pada momentum malam tahun baru nanti. Sebab, kewenangan itu memang ada di kepolisian.

Namun, Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang berkomitmen mendukung larangan kegiatan pesta kembang api pada acara menyambut tahun baru. Apalagi, dengan mendatangkan khalayak ramai.

BACA JUGA: Kuota Pendakian Merbabu via Thekelan Sudah Penuh Hingga Malam Tahun Baru

“Ini sebagai bentuk empati kepada saudara-saudara kita. Terutama yang saat ini masih dalam suasana berduka atas musibah bencana alam,” tegas Wiwin.

Maka pihaknya lantas mengetuk kepedulian para pengelola destinasi wisata di Kabupaten Semarang. Yakni agar mempertimbangkannya lantaran situasi keprihatinan atas berbagai bencana yang terjadi.

“Namun kalau ada pengunjung yang membawa kembang api untuk merayakan bersama keluarga di tempat liburan, itu di luar jangkauan kami untuk melarang,” tandas Wiwin. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp