REMBANG, beritajateng.tv – Perjuangan Pahlawan Nasional RA Kartini sangat relevan dengan situasi kebatinan bangsa Indonesia saat ini yang sedang mengalami mendung demokrasi dan krisis etika. Semangat Kartini yang menghasilkan “Habis Gelap Terbitlah Terang” menginspirasi para kader perempuan PDI Perjuangan (PDIP) untuk optimistis dengan fajar demokrasi.
Amicus Curiae yang Ketum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri layangkan kepada Mahkamah Konstitusi ibarat suara Kartini abad ini.
Para kader perempuan PDIP mendeklarasikan pernyataan sikap usai acara tahlil dan ziarah ke Makam RA Kartini di Desa Bulu Kec. Bulu, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, Sabtu, 20 April 2024 malam.
Pembacaan pernyataan sikap ini dalam komando Ketua DPP PDIP Bidang Kesehatan, Perempuan, dan Anak, Sri Rahayu. Turut pula ratusan aktivis perempuan dan kader perempuan PDI Perjuangan dari 7 kabupaten eks-Karesidenan Pati.
“Hari ini, kita segenap rakyat Indonesia, khususnya kaum perempuan, merayakan, mengenangkan lahirnya seorang konseptor, pelopor, peletak dasar fondasi nasional bagi persamaan hak untuk perempuan Indonesia, yaitu Kartini. Sosok yang menghadirkan terang bagi perempuan Indonesia. Jadi, kita memaknai peringatan ini sebagai momen permenungan gagasan Kartini di masa hidupnya, dan jadi inspirasi untuk realitas kehidupan kita saat ini,” kata Sri Rahayu.
Bagi Yayuk, sapaan akrabnya, Kartini tidak hanya memelopori emansipasi perempuan. Lebih jauh dari itu, ia memelopori emansipasi manusia, emansipasi bangsa.
Lebih lanjut, ia mengatakan, Indonesia baru saja melewati pemilihan legislatif dan pemilihan presiden pada 14 Februari 2024 lalu yang masih menyisakan sekian persoalan yang hingga saat ini masih berlangsung persidangan di Mahkamah Konstitusi.
BACA JUGA: Dukung Surat Amicus Curiae Megawati, PDI Perjuangan Jateng Ziarahi Makam RA Kartini
Amicus Curiae Megawati singgung RA Kartini
Atas hal ini, Megawati Soekarno Putri menyampaikan Amicus Curiae menjelang putusan perselisihan hasil pemilihan umum 2024.




