Lebih jauh, Gus Yasin menilai kolaborasi antara media mainstream dan homeless media perlu terus diperkuat. Baginya, kedua pihak memiliki tujuan yang sama, yakni mencerdaskan masyarakat.
Ia mengatakan, hadirnya Jateng Media Summit 2026 mampu menjadi ruang yang mempertemukan berbagai pihak agar mampu membangun ekosistem informasi yang lebih sehat.
“Nah, ini yang kita senang dengan adanya pertemuan antara media mainstream dengan homeless media ini sehingga nanti ada titik temu,” tuturnya.
Dalam hematnya, kolaborasi tersebut juga dapat membantu pemerintah dalam menjalankan fungsi edukasi kepada masyarakat sekaligus mendukung pengambilan kebijakan.
“Dengan adanya penggabungan antara media mainstream dengan media homeless ini nanti akan ketemu jembatan. Termasuk nanti akan membantu pemerintah terhadap memberikan edukasi dan kami juga bagaimana nanti mengambil kebijakan-kebijakan,” papar Gus Yasin.
Rutin Lakukan Pengawasan, Pemprov Jateng Ingin Informasi Berkualitas Bersaing di Ruang Digital
Gus Yasin mengatakan, Pemprov Jawa Tengah selama ini juga melakukan pengawasan terhadap informasi yang beredar di ruang digital.
Ia mengaku senang lantaran Jateng Media Summit 2026 turut menghadirkan pelatihan bagi pengelola media pemerintah, dalam hal ini humas, baik dari lingkungan eksekutif maupun legislatif.
Gus Yasin menilai pelatihan tersebut penting agar humas sebagai pengelola media pemerintah mampu meningkatkan kualitas penyampaian informasi kepada masyarakat. Ia meyakini, kemampuan menjangkau audiens juga perlu berkembang mengikuti perubahan ekosistem digital.
“Kami sebenarnya sudah memberikan pengawasan ya. Saya senang sih ada pertemuan kali ini, karena yang dilatih salah satunya adalah media yang ada di pemerintahan, baik itu di eksekutif maupun di legislatif, sehingga mereka juga bisa meningkatkan tidak kalah dengan mohon maaf media-media homeless, mereka bisa menaik rating-nya,” papar Gus Yasin.
BACA JUGA: Gus Yasin soal Santri Ikut Ngecor di Pondok Pesantren: Ngalap Berkah, Sifatnya Hanya Membantu
Ia juga menilai perkembangan media digital tidak cukup hanya berfokus pada peningkatan jumlah pembaca atau rating. Gus Yasin menegaskan, kualitas isi informasi tetap harus menjadi perhatian utama.





