Kontrol pertumbuhan berjalan optimal sepanjang masa tanam. Waktu panen relatif singkat sekitar tiga bulan. Berat buah rata-rata mencapai 1,5 kilogram dengan mutu seragam.
BACA JUGA: Warga Blora Sulap Lahan Kosong 5 Ribu Meter Jadi Kebun Melon Hidroponik
“Melalui sistem hidroponik, kualitas buah lebih terjaga. Penggunaan air jauh lebih efisien. Tanaman juga terlindung dari cuaca ekstrem serta hama,” ujar Dzaki.
Ia menambahkan, pengaturan nutrisi, kelembaban, serta pencahayaan berjalan presisi sehingga produktivitas meningkat.
Usaha tersebut telah berjalan satu tahun dengan modal awal sekitar Rp50 hingga Rp60 juta. Panen ketiga kali ini menghasilkan distribusi luas.
Pemasaran menjangkau wilayah Rembang, Grobogan, Pati, Semarang, Brebes, Pekalongan, serta berbagai kota Jawa Timur. Dzaki berharap pertanian modern pekarangan mampu menginspirasi generasi muda. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





