WONOSOBO, beritajateng.tv – Bank Jateng terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung percepatan digitalisasi dan penguatan ekosistem ekonomi digital di daerah. Komitmen tersebut terwujud melalui sinergi bersama Pemerintah Kota Surakarta dalam kegiatan High Level Meeting bertema “Penguatan Ekosistem Transaksi Digital dan IETPD dalam Mendukung Smart City Surakarta” yang berlangsung di Wonosobo Sunrise Point pada Jumat, 9 Januari 2026.
Turut hadir dalam kegiatan ini, Wali Kota Surakarta, Respati Achmad Ardianto, Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Surakarta Pramudya Wicaksana, Sekretaris Daerah Kota Surakarta Budi Murtono, serta jajaran Bank Jateng, termasuk Pemimpin Bank Jateng koordinator Surakarta, Sutanti.
Dalam forum tersebut, Wali Kota Surakarta, Respati Achmad Ardianto menyampaikan, Kota Surakarta telah mencatat kemajuan signifikan dalam penerapan digitalisasi, baik pada layanan pemerintahan maupun transaksi publik. Menurutnya, hampir seluruh sektor layanan saat ini telah terdigitalisasi dan terintegrasi.
BACA JUGA: Kolaborasi dengan Pemda Karanganyar, Bank Jateng Bantu Bangun Rumah Korban Longsor
“Ke depan, tantangan kita tidak hanya pada penguatan sistem digitalisasi, tetapi juga pada sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat agar mereka memahami bahwa digitalisasi itu mudah, aman, transparan, dan memberikan banyak manfaat,” ujar Wali Kota Respati.
Sejalan dengan hal tersebut, Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, menekankan pentingnya penguatan sumber daya manusia (SDM) sebagai kunci utama dalam mewujudkan konsep Smart City. Edukasi dan literasi digital dinilai perlu terus ditingkatkan agar masyarakat dapat beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
Dukungan juga disampaikan oleh Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Surakarta, Pramudya Wicaksana, yang menyatakan bahwa Bank Indonesia mendukung penuh sinergi antara pemerintah daerah dan perbankan dalam penguatan ekosistem transaksi digital serta implementasi IETPD. Upaya ini mampu mendorong efisiensi, transparansi, serta pertumbuhan ekonomi daerah.





