Pendidikan

Duta Aksi Sosial 2025 Angelia Ramadhani Ajak Gen Z Berempati Lewat Aksi Nyata

×

Duta Aksi Sosial 2025 Angelia Ramadhani Ajak Gen Z Berempati Lewat Aksi Nyata

Sebarkan artikel ini
Duta Aksi Sosial Indonesia 2025, Angelia Ramadhani.
Duta Aksi Sosial Indonesia 2025, Angelia Ramadhani. (Dokumentasi Pribadi)

SEMARANG, beritajateng.tv – Mengajak anak muda untuk peduli terhadap kelompok minoritas bukanlah hal yang mudah. Banyak dari mereka yang sebenarnya ingin berkontribusi tetapi merasa kesulitan untuk membaur dan memahami cara berinteraksi yang tepat.

Hal itu menjadi tantangan tersendiri bagi Angelia Ramadhani, siswi SMAN 11 Semarang yang baru saja menyandang gelar sebagai Duta Aksi Sosial Indonesia 2025.

Menurut Angel, membangun kesadaran sosial di kalangan generasi muda tidak cukup hanya dengan mengajak secara langsung.

“Angel nggak pakai cara ‘Ayo kita gabung ke sini!’, tapi lebih ke menunjukkan aksi sosial secara nyata. Salah satunya lewat edukasi di media sosial Angel sendiri,” ujarnya saat beritajateng.tv wawancarai, belum lama ini.

BACA JUGA: Hadiri Perayaan Nyepi di Kota Semarang, Hendi Tegaskan Tak Ada Minoritas

Salah satu bentuk aksi Angel adalah dengan membagikan konten edukatif tentang bahasa isyarat di media sosialnya. Ia percaya, cara ini bisa menarik perhatian anak muda dengan cara yang unik dan menyenangkan.

“Konten tentang bahasa isyarat membuat banyak orang tertarik untuk belajar. Selain itu, Angel juga mengajarkan bagaimana anak-anak non-difabel bisa memberikan perlakuan yang baik kepada teman-teman difabel. Dari situ, kesadaran mereka tumbuh dengan sendirinya,” jelasnya.

Menurut Angel, membuat konten lewat sosial media lebih efektif untuk membantu generasi muda berani bersosialisasi dengan kelompok yang berbeda secara mental maupun fisik. Dengan memberikan contoh nyata seperti itu, mereka akan lebih mudah memahami pentingnya empati dan aksi sosial.

Namun, tantangan lain yang tak kalah sulit adalah bagaimana anak muda bisa membagi waktu antara sekolah dan aktivitas sosial. Ia menyebut, banyak yang ingin berkontribusi tetapi merasa terbatas oleh kesibukan akademik mereka.

“Manajemen waktu masih jadi kendala. Jadi, Angel mencoba membantu mereka menyesuaikan jadwal agar bisa tetap berpartisipasi dalam aksi sosial tanpa mengganggu kegiatan sekolah,” ungkap perempuan kelahiran 30 September 2006 yang juga hobi menulis dan menjadi relawan ini.

Tiga prinsip hidup anak muda

Angel menekankan bahwa anak muda, khususnya Generasi Z, sebaiknya memiliki tiga prinsip utama dalam menjalankan kehidupan sosial. Yaitu peduli, hati, dan aksi.

“Angel ingin teman-teman lebih peduli dan berempati terhadap lingkungan sekitar. Bahkan, kepedulian itu bisa dimulai dari hal kecil, misalnya membuang sampah pada tempatnya,” ujarnya.

Ia mencontohkan, aksi sekecil membuang sampah dengan benar sudah menjadi bukti kepedulian terhadap lingkungan. Tidak hanya di masyarakat luas, tetapi juga di lingkungan terdekat seperti sekolah.

BACA JUGA: Khawatirkan Nasib Perempuan, Pengamat Undip Kritik Pimpinan Komisi VIII DPR RI Hanya Diisi Laki-laki

Selain itu, ia berharap generasi muda memiliki hati yang besar. Artinya, mudah dalam membantu orang lain dengan tulus dan tanpa pamrih.

Terakhir, yang paling penting adalah aksi nyata. Melalui perannya sebagai Duta Aksi Sosial, Angel berharap semakin banyak anak muda yang terinspirasi untuk terlibat dalam kegiatan sosial dan membawa perubahan positif bagi masyarakat.

“Kalau kita cuma niat tanpa tindakan, hasilnya tetap nol. Jadi, harus ada aksi yang benar-benar diwujudkan,” pungkasnya. (*)

Editor: Farah Nazila

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp