Pihaknya saat ini masih mengandalkan sistem pelaporan berjenjang untuk memantau perkembangan kasus penyakit. Data kasus berasal dari fasilitas pelayanan kesehatan seperti klinik, puskesmas hingga rumah sakit.
“Biasanya laporan itu kalau ada kasus, ada dua tempat yang didatangi yaitu ke Puskesmas atau UGD rumah sakit rujukan. Datanya nanti bersambungan dari klinik masuk ke Puskesmas, kemudian bisa ke rumah sakit kalau terjadi kejadian yang emergensi. Sama seperti ini, laporannya berjenjang,” pungkasnya. (*)
Editor: Ricky Fitriyanto





