SEMARANG, beritajateng.tv – Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah, Mohammad Saleh, mengaku bangga atas capaian empat kota di Jateng yang berhasil masuk dalam daftar 10 besar kota paling toleran di Indonesia tahun 2025.
Ia menilai, prestasi tersebut menjadi bukti kuat bahwa masyarakat Jawa Tengah mampu menjaga kerukunan, menghargai perbedaan, dan merawat harmoni keberagaman dengan baik.
Berdasarkan laporan terbaru Indeks Kota Toleran (IKT) 2025 SETARA Institute, empat kota di Jateng berhasil menembus daftar 10 besar kota paling toleran di Indonesia, yakni Salatiga, Semarang, Magelang, dan Tegal. Bahkan, Salatiga berhasil menempati peringkat pertama sebagai kota paling toleran di Indonesia.
BACA JUGA: 15 Ribu Peserta Ramaikan Karnaval Paskah Semarang, Lintas Agama Perkuat Pesan Toleransi
Menurut Saleh, capaian tersebut bukan sekadar prestasi administratif, tetapi juga cerminan dari kultur masyarakat Jateng yang selama ini ԁikenal menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi dan kebersamaan.
“Kami tentu sangat bangga karena Jateng kembali menunjukkan ԁiri sebagai daerah yang menjunjung tinggi nilai toleransi dan kerukunan. Ini adalah capaian sekaligus pengakuan dari nasional yang harus kita jaga,” kata Ketua DPD Golkar Jateng tersebut.
Empat Kota di Jateng Masuk Daftar Kota Paling Toleran Nasional, Saleh Ungkap Karakter Sosial Masyarakat Jateng

Saleh mengatakan, masyarakat Jateng memiliki karakter sosial yang kuat, seperti hidup guyub, rukun, serta menghormati keberagaman suku, agama, budaya, dan latar belakang sosial. Nilai-nilai tersebut telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari dan menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas sosial.
Menurut Saleh, toleransi bukan hanya soal hidup berdampingan secara damai, tetapi juga tentang kesediaan untuk saling menghormati, memahami perbedaan, dan menjaga persaudaraan di tengah keberagaman.
“Masyarakat kita memiliki budaya rukun yang kuat. Sikap saling menghargai, menghormati perbedaan, dan menjaga persaudaraan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai ini harus terus ԁiwariskan kepada generasi muda,” tegasnya.
Ia mengingatkan bahwa kerukunan yang telah terbangun selama ini harus terus ԁirawat bersama. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga harmoni keberagaman agar suasana damai dan kondusif tetap terpelihara.
BACA JUGA: Potret Toleransi dan Kerukunan Umat Momentum Idul Fitri di Dusun Thekelan
Saleh menilai, toleransi harus ԁiwujudkan dalam tindakan nyata, bukan hanya menjadi slogan atau wacana semata. Semangat saling menghormati harus terus ԁiperkuat agar Jawa Tengah tetap menjadi daerah yang aman dan nyaman bagi semua kalangan.
Selain itu, pihaknya juga mendorong pemerintah daerah untuk terus merangkul tokoh agama, tokoh masyarakat, dan organisasi kemasyarakatan keagamaan dalam pembangunan daerah.
Menurutnya, keterlibatan mereka sangat penting untuk memperkuat kohesi sosial dan menjaga stabilitas masyarakat.
“Tokoh agama dan ormas keagamaan memiliki peran besar dalam menjaga persatuan. Pemerintah daerah harus terus melibatkan mereka dalam pembangunan agar tercipta kebijakan yang inklusif dan berpihak pada kerukunan bersama,” pungkas Saleh. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





