Hukum & Kriminal

Fakta Perampokan Bos Sate Kambing Boyolali: Istri Pura-pura Tewas, Pelaku Panik Bunuh Anak Korban

×

Fakta Perampokan Bos Sate Kambing Boyolali: Istri Pura-pura Tewas, Pelaku Panik Bunuh Anak Korban

Sebarkan artikel ini
Sate Boyolali
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Tengah, Muhammad Anwar Nasir, dalam konferensi pers di Gedung Borobudur Mapolda Jawa Tengah, Jumat, 6 Februari 2026. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Fakta baru terungkap dalam kasus perampokan sadis di rumah bos sate kambing di Desa Pengkol, Kecamatan Karanggede, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.

Polisi mengungkap, sasaran utama pelaku Agus (30) sebenarnya adalah D, istri bos sate kambing sekaligus ibu dari korban AO. Namun, D berhasil selamat setelah berpura-pura mati usai pelaku serang.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Tengah, Muhammad Anwar Nasir, mengatakan serangan pelaku awalnya tertuju kepada ibu korban. Akan tetapi, teriakan anak korban alias AO membuat pelaku panik.

“Sasaran utama dari pelaku ini adalah ibunya. Hanya karena saat itu ada anaknya teriak-teriak, sehingga setelah pelaku eksekusi ibunya ini, ibunya pura-pura mati, kemudian lanjut menghabisi anaknya itu,” ujar Anwar Nasir dalam konferensi pers di Gedung Borobudur Mapolda Jawa Tengah, Jumat, 6 Februari 2026.

BACA JUGA: Perampok Rumah Bos Sate Boyolali Ternyata Kalah Judol, Polisi: Main Slot-Togel, Bingung Bayar Utang

Sementara itu, Kapolres Boyolali, Indra Maulana Saputra, menjelaskan, D baru tersadar setelah pelaku meninggalkan lokasi. D langsung menghubungi suaminya yang berbisnis di Pontianak.

“Ibu korban ketika yang bersangkutan sadar dari pingsannya, kemudian langsung menghubungi suaminya yang berprofesi berjualan sate di Pontianak,” ungkap Indra.

Setelah mendapat kabar tersebut, suami korban lalu menghubungi keluarga yang tinggal di sekitar lokasi kejadian. Keluarga korban kemudian mendatangi rumah dan menemukan kondisi korban serta anaknya.

Panik Aksinya Ketahuan jadi Alasan Agus Habisi Anak Bos Sate Kambing Boyolali

Polisi membeberkan, AO yang masih berusia enam tahun menjadi korban setelah pelaku menyadari keberadaannya di dalam rumah.

“Ketika tersangka mengetahui putri korban berada di rumah dan merasa ketakutan karena aksinya akan ketahuan, akhirnya tersangka langsung mencekik leher korban,” jelas Indra.

Setelah itu, pelaku membawa korban ke kamar mandi. Agus mencelupkan kepala AO ke dalam sebuah ember. Namun, karena korban belum meninggal, pelaku kembali melakukan kekerasan terhadap AO. Agus menusuk tangan AO dengan gunting.

“Korban kemudian dibawa ke kamar mandi dan kepalanya dicelup-celupkan ke dalam ember yang ada di kamar mandi. Dirasa belum meninggal, tersangka sempat menusukkan gunting ke tangan kiri korban. Setelah itu, korban kembali dicelup-celupkan hingga akhirnya meninggal dunia di lokasi kejadian,” beber Indra.

Pelaku Incar Korban Sejak Siang, Polisi Ungkap Agus Sudah Paham Kondisi Rumah D

Polisi juga mengungkap, niat pelaku sudah muncul sejak siang hari sebelum kejadian. Target pelaku disebut hanya satu rumah, yakni rumah D saja, karena telah memahami situasi lingkungan sekitar.

“Dari hari H kejadian, sejak sekitar pukul 13.00, tersangka sudah mempunyai niatan untuk mengambil motor milik korban. Targetnya hanya di TKP itu saja, karena tersangka sudah mempelajari situasi di rumah korban. Rumahnya tidak berjauhan dan sudah saling mengenal,” ujarnya.

Usai kejadian, pelaku melarikan diri ke Kudus dan bersembunyi di rumah salah satu keluarganya.

Terkait senjata yang pelaku gunakan, polisi memastikan pelaku tidak membawa senjata tajam khusus dari rumah. Pelaku menghabisi D dan anaknya hanya dengan cutter. Sebab, kata Indra, D selalu mengantongi cutter lantaran dirinya bekerja sebagai teknisi di sebuah pabrik.

BACA JUGA: Sidang Ijazah Palsu Ungkap Panggilan “Jack” Saat Jokowi KKN di Boyolali, Hersubeno: Zaman Itu Agak Aneh

“Alat yang pelaku gunakan untuk melukai korban adalah pisau cutter. Cutter itu memang alat kerja tersangka sebagai teknisi dan selalu dia bawa di tasnya, bersama obeng dan peralatan lain,” jelas Indra.

Hasil visum menunjukkan ibu korban mengalami luka serius di banyak bagian tubuh. Polisi mengungkap, serangan tersebut langsung pelaku arahkan ke bagian vital.

“Untuk korban saudari D ditemukan 22 luka terbuka, 13 luka lecet, dan lima luka memar di berbagai area tubuh. Sebagian berada di daerah vital, khususnya leher dan kepala. Tidak ada pemukulan. Serangan langsung menggunakan cutter dan pisau,” pungkasnya. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp