Opini

102 Tahun Filateli Indonesia, Merajut Harmoni dalam Bingkai Sejarah

×

102 Tahun Filateli Indonesia, Merajut Harmoni dalam Bingkai Sejarah

Sebarkan artikel ini
filateli Indonesia
102 tahun filateli Indonesia.

Generasi muda ialah  pewaris filateli selanjutnya di kemudian hari.  Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mengajarkan nilai-nilai budaya atau nilai-nilai jiwa filateli kepada mereka.

Dukung Seniman

Filateli tidak akan lepas dari seniman. Seniman adalah penjaga filateli. Melalui visual yang tampil dengan bidikan dari lukisan, musik, film, gastronomi, budaya dan lain sebagainya,  dapat menjadi benda filateli  dapat kita koleksi dan dipelajari di kemudian hari. Dengan demikian, filateli menjadi ruang ide kreatif dan ruang riset.

Filateli di Era Digital

Filateli tak lepas dengan adanya benda bersifat fisik. Benda ini menjadi salah satu arsip penting bagi setiap negara, berbagai peristiwa sejarah terdokumentasikan.

Di era digital, filateli juga hadir dengan fitur yang kekinian seperti QR code (quick response code) yang dapat kita pindai dan baca melalui telepon genggam. Selain itu, ada portal komunikasi online dengan tujuan bertukar menukar kartu pos modern saat ini yang cukup terkenal dengan nama postcrossing.com.

Anggota bisa mendapatkan alamat melalui kanal situs ini dan dapat berkorespodensi aktif dengan masyarakat filateli seluruh dunia. Indonesia tercatat 8900-an anggota di portal ini dan 805.000 anggota di seluruh dunia.

Selain itu, dukungan pemerintah juga penting bagi filateli. Program-program yang mendukung filateli harus mendapat dukungan. Pemerintah serta kerjasama mitra filateli juga dapat mendorong komunitas filateli  untuk terus tumbuh, kembang dan terpromosikan.

Fadli Zon mengungkapkan meskipun filateli terpengaruh kemajuan jaman, hobi filateli ini masih tetap lestari. Tak kurang 195 negara masih mencetak prangko sebagai bukti kedaulatan negara.

“Filateli bukan hanya sekedar hobi, melainkan dari Filateli ini kita dapat berkreatifitas, sehingga generasi muda menyukai kegiatan filateli,“ imbuh Fadli Zon, Ketua Umum Perkumpulan Filatelis Indonesia.

Selayang Pandang Filateli dari Semarang

Banyak masyarakat masih jarang menggunakan kartu pos atau filateli sebagai sumber sejarah. Padahal, visual atau gambar yang terpampang dan goresan tinta yang tersurat menjadi saksi perubahan sebuah kota.