Menurutnya, perpaduan antara tim-tim yang sudah berlaga sejak tahun lalu melawan tim debutan yang baru pertama kali ambil bagian kompetisi ini menunjukkan peningkatan kualitas.
“Saya melihat banyak peningkatan kualitas yang ditunjukkan sekolah-sekolah yang sudah beberapa kali ikut serta di MilkLife Soccer Challenge, khususnya dari segi koordinasi dan pola bermain secara tim dan tidak lagi bergerombol,” kata Asep.
BACA JUGA: Semarang Gagal ke Semifinal MilkLife Soccer Challenge, Sempat Kalah Tipis dari Surabaya All Stars
Asep menyebut beberapa tim baru juga memiliki bakat-bakat yang menonjol dan berpotensi berkembang dengan cepat. Dengan demikian, kualitas peserta lebih bervariatif sehingga bakat-bakat baru pun bermunculan di tengah lapangan hijau.
“Saya yakin dalam satu atau dua tahun ke depan Semarang akan memiliki tim All-Stars yang patut kota-kota lainnya perhitungkan,” tandas Asep. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





