Gaya Hidup

Gagal Jadi Dewan, Simak Tanda Caleg Alami Stres, Kamu Salah Satunya?

×

Gagal Jadi Dewan, Simak Tanda Caleg Alami Stres, Kamu Salah Satunya?

Sebarkan artikel ini
siswa semarang depresi // bunuh diri
Ilustrasi pria stres. (Pexels/Pixabay)

SEMARANG, beritajateng.tv – Kontestasi Pemilu 2024 bagi sebagian orang telah usai. Beberapa nama jumawa karena keluar sebagai juara. Sisanya merana harus telan kekalahan.

Pada Pemilu, calon legislatif (caleg) yang gagal terpilih tentunya lebih rentan mengalami gangguan mental. Seperti yang Psikolog asal RS Elisabeth Semarang, Probowatie Tjondronegoro sampaikan.

Probo mengungkapkan, ia beberapa kali menerima klien dengan latar belakang caleg. Terlebih pada masa pasca Pemilu seperti saat ini.

Namun, klien biasanya tidak pernah secara gamblang mengaku sebagai seorang caleg. Akan tetapi Probo dapat membaca tanda-tanda seseorang mengalami stres karena persaingan politik.

“Sementara ini yang datang ke saya masih stres tersamar, dia datang nggak ngaku stres karena gagal nyaleg, tapi masih menutup diri,” ungkapnya kepada beritajateng.tv, Senin, 26 Februari 2024.

BACA JUGA: Sirekap Sempat Berhenti Sementara, Gus Romy: Bisa Munculkan Peluang Negosiasi Suara Caleg

Probo menyebut, gangguan mental caleg gagal umumnya masih pada tahap stres tersamar. Yakni stres dengan gejala ringan.

Gejala-gejala tersebut antara lain tidak bisa tidur, sulit makan, gelisah, hingga keringat dingin.

Namun jika tidak segera ada penanganan, bukan tidak mungkin level stres semakin bertambah.

“Solusinya release stress-nya, healing, kembali ke posisi awal, berkomunikasi dengan orang lain, ubah mindsetnya,” imbuhnya.

Caleg stres karena overestimate dan tidak melihat realitas

Lebih lanjut, Probo menyebut jika tidak semua caleg gagal kemudian mengalami stres. Masih ada caleg yang berbesar hati dan legowo menerima kekalahan.

Menurut Probo, caleg-caleg yang overestimate atau menilai terlalu tinggi pada dirinya sendiri lah yang lebih berpotensi mengalami stres. Apalagi jika kemudian caleg tersebut mengorbankan banyak hal.

“Ada yang gagal tapi tenang-tenang saja. Menyadari memang belum rejekinya, suaranya cuma sekian karena ada yang lebih baik, nomor urut sekian, it is okay, itu caleg rasional,” ucapnya.

BACA JUGA: PDIP Tolak Sirekap, Gibran: Kalau Ada Kecurangan Laporkan Saja, Ada Jalurnya