Gaya Hidup

Gak Cuma Wahana Rekreasi, Pameran Seni J+ Art Juga Hadir di Saloka Semarang, Catat Tanggalnya!

×

Gak Cuma Wahana Rekreasi, Pameran Seni J+ Art Juga Hadir di Saloka Semarang, Catat Tanggalnya!

Sebarkan artikel ini
seniman J+ Art Awards
Seniman J+ Art Awards di Daimami Restaurant, Saloka Theme Park, Kabupaten Semarang, Sabtu 22 Juni 2024. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Tak hanya menawarkan wahana rekreasi, pameran seni bertajuk ‘J+ Art’ kini hadir di Saloka Theme Park, Kabupaten Semarang.

Berlokasi di lantai 2 Daimami Restaurant, pengunjung Saloka Theme Park dapat menikmati puluhan karya seni rupa murni hingga instalasi di J+ Art.

Tak hanya pameran seni, berbagai tenant yang bergerak di pengelolahan limbah seperti eco enzym dan produk ramah lingkungan lainnya pun bisa jadi opsi belanja bagi pengunjung.

Dalam acara pembukaan sekaligus J+ Art Award yang berlangsung di Daimami Restaurant pada Sabtu, 22 Juni 2024 itu, sebanyak 5 (lima) seniman mendapat penghargaan karya terbaik.

Juri sekaligus perwakilan dari Saloka Theme Park, David Santoso, menyebut hadirnya J+ Art ini bak suasana baru yang pihaknya hadirkan di taman rekreasi terbesar di Kabupaten Semarang tersebut.

“Kita juga belajar dan memberi edukasi tentang kesenian,” jelas David.

BACA JUGA: Deretan Event Semarang Juni 2024, Dari Festival Film hingga Konser Sheila on 7!

Menurutnya, penggunaan limbah sampah sebagai media seni menjadi edukasi tersendiri bagi pengunjung sekaligus penikmat pameran.

“Kesenian di sini bukan cuma media kanvas atau lukisan, kita juga pakai limbah. Limbah kaca, rutan, kayu, yang diolah sedemikan rupa oleh peserta J+ Art Awards,” sambung David.

Hal itu pula yang menurutnya menjadi pembeda antara pameran J+ Art di Saloka Theme Park dengan karya seni yang hadir di museum atau galeri.

“Kita pengin ngasih wadah baru bagi seniman, istilahnya panggung baru. Biasanya pameran kan di museum dan galeri, kebetulan kita ada tempat buat pameran di Saloka ini,” jelasnya.

David menuturkan, pengunjung Saloka Theme Park dapat mengunjungi pameran J+ Art mulai dari Sabtu, 22 Juni hingga Minggu, 21 Juli 2024 atau selama sebulan ke depan.

Saloka Semarang: Seniman dari 9 negara di dunia ikut kompetisi

Menariknya, meskipun kali pertama menghadirkan pameran seni di taman rekreasi, Saloka Theme Park melalui J+ Art menggandeng ratusan seniman dari Indonesia hingga mancanegara.

David menyebut, sebanyak 160 seniman dari berbagai negara mengikuti J+ Art Awards. Pihaknya menyebut, beberapa seniman itu berasal dari Swiss hingga Inggris.

“Pesertanya ada 160 dari 9 negara. Pemenang dan finalis total ada 11 seniman yang kita pamerkan karyanya. Ada 20 karya yang dipamerkan di sini,” akunya.

Lebih lanjut, David berharap pameran ini bisa menjadi acara tahunan yang rutin diadakan oleh Saloka Theme Park.

“Harapannya begitu (jadi event tahunan). Ini terobosan baru di Saloka, kalau ada jalannya kita lanjutkan,” tandasnya.

Cerita seniman yang raih juara 1, keluhkan laut indonesia dan sampahnya

Dhanny ‘Danot’ Sanjaya menjadi seniman yang berhasil meraih juara satu dalam ajang J+ Art Awards tersebut.

Pria asal Tangerang itu menghadirkan kondisi pantai di Indonesia yang tak pernah selesai berurusan dengan masalah sampah dalam sebuah instalasi seni.

Bahkan, Dhanny juga membawa pasir hingga kondisi laut yang ia hadirkan melalui proyektor. Ia menggambarkan binatang-binatang laut seperti ikan.

Namun, Dhanny menggunakan limbah plastik untuk membentuk binatang laut di instalasi seninya.

Tak hanya itu, untuk membuat karyanya interaktif, Dhanny mencatumkan dua pernyataan di tembok samping instalasi seninya.

‘Lautan begitu luas, kecil kemungkinan manusia akan menyebabkan kerusakan pada mereka’, jadi salah satu pernyataannya.

Nantinya, pengunjung memilih stiker biru untuk setuju atau stiker jingga jika tidak setuju dengan pertanyaan itu. Stiker itu akan ditempelkan tepat di dinding tersebut.

BACA JUGA: Saloka Theme Park Semarang, Destinasi Wisata Rekreasi Keluarga yang Kece!

Kepada beritajateng.tv, Dhanny mengaku tengah bergelut dengan isu laut dan berbagai permasalahannya. Bahkan, dalam mewujudkan instalasi seninya, Dhanny terjun ke pantai di Tangerang, Banten, hingga D.I Yogyakarta.

“Kita banyak baca ada mikroplastik di lautan. Indonesia jadi 5 besar di dunia yang menyumbang sampah ke laut,” ujar Dhanny.

Sampah plastik hingga karton yang selalu ditemui saat menyisir lautan, kata Dhanny, jadi inspirasinya dalam menciptakan instalasi seni tersebut.

“Ini kritik lewat seni,” tandasnya. (*)

Editor: Farah Nazila

 

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp