Bangunan sembilan lantai itu tidak hanya untuk parkir, tetapi juga menampung Puskesmas Pandanaran dan kantor Dinas Kesehatan Kota Semarang.
Pemanfaatan gedung tersebut menurutnya belum optimal. Salah satu persoalannya adalah ruang manuver kendaraan yang sempit sehingga mobil berisiko menyerempet dinding saat bermanuver.
Padahal, fasilitas itu berpotensi mendukung kebutuhan parkir wisatawan di kawasan pusat oleh-oleh Pandanaran.
Akses melalui sky bridge juga harapannya memudahkan pengunjung menjangkau kawasan tersebut.
Evaluasi terhadap gedung-gedung milik Pemkot Semarang kini menjadi penting, bukan hanya untuk memenuhi persyaratan administrasi. Tetapi juga memastikan keamanan bangunan yang digunakan untuk pelayanan publik. (*)





