Jateng

Gelar Wayang Kulit Lakon Gatotkaca Sungging, Sumanto Singgung Nilai Kepahlawanan dan Pengabdian

×

Gelar Wayang Kulit Lakon Gatotkaca Sungging, Sumanto Singgung Nilai Kepahlawanan dan Pengabdian

Sebarkan artikel ini
Ketua DPRD Jateng Sumanto
Ketua DPRD Jateng Sumanto memberi sambutan sebelum pentas wayang kulit lakon Gatotkaca Sungging di Desa Suruh, Kecamatan Tasikmadu, Kabupaten Karanganyar, belum lama ini. (DPRD Jateng)

Lakon Gatotkaca Sungging sendiri mengisahkan cita-cita Gatotkaca yang berencana membangun sebuah kesatrian di Kerajaan Pringgondani yang merupakan Kerajaan warisan Prabu Trembuku, kakek Gatotkaca dari pihak ibu, Dewi Arimbi.

BACA JUGA: Ketua DPRD Jateng Sumanto: WFH Jangan Sekadar Slogan, Harus Diawasi agar Efektif

Dalam prosesnya, cita-cita ini terhalang oleh ketidaksetujuan beberapa pihak dari Kerajaan Astina, yaitu Begawan Durna, melalui Prabu Wasawala. Hal ini menyebabkan perang antara pihak Prabu Wasawala melawan dua putra Bima, Gatotkaca dan Raden Antareja. Sayangnya, pihak Gatotkaca mengalami kekalahan hingga koma. karena dalam siung Prabu Wasawala menitis darah Prabu Dasamuka atau Rahwana.

Dengan keadaan putranya yang sedang koma, Dewi Arimbi sangat sedih. Namun, kesedihan itu terobati setelah Semar yang merupakan pamongnya dari Pandawa memberi tahu bahwa keadaan Raden Antareja dan Gatotkaca dapat sembuh dengan wasiat selendang warisan Prabu Trembuku yang ternyata milik Arimbi.

Akhir cerita dikalahkannya Prabu Wasawala yang sakti, ternyata mempunyai kelemahan jika berperang dengan monyet putih. Prabu Wasawala akhirnya kalah berperang dengan Hanoman. (*)

Editor: Ricky Fitriyanto

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp