Lakon Gatotkaca Sungging sendiri mengisahkan cita-cita Gatotkaca yang berencana membangun sebuah kesatrian di Kerajaan Pringgondani yang merupakan Kerajaan warisan Prabu Trembuku, kakek Gatotkaca dari pihak ibu, Dewi Arimbi.
BACA JUGA: Ketua DPRD Jateng Sumanto: WFH Jangan Sekadar Slogan, Harus Diawasi agar Efektif
Dalam prosesnya, cita-cita ini terhalang oleh ketidaksetujuan beberapa pihak dari Kerajaan Astina, yaitu Begawan Durna, melalui Prabu Wasawala. Hal ini menyebabkan perang antara pihak Prabu Wasawala melawan dua putra Bima, Gatotkaca dan Raden Antareja. Sayangnya, pihak Gatotkaca mengalami kekalahan hingga koma. karena dalam siung Prabu Wasawala menitis darah Prabu Dasamuka atau Rahwana.
Dengan keadaan putranya yang sedang koma, Dewi Arimbi sangat sedih. Namun, kesedihan itu terobati setelah Semar yang merupakan pamongnya dari Pandawa memberi tahu bahwa keadaan Raden Antareja dan Gatotkaca dapat sembuh dengan wasiat selendang warisan Prabu Trembuku yang ternyata milik Arimbi.
Akhir cerita dikalahkannya Prabu Wasawala yang sakti, ternyata mempunyai kelemahan jika berperang dengan monyet putih. Prabu Wasawala akhirnya kalah berperang dengan Hanoman. (*)
Editor: Ricky Fitriyanto





