Jateng

Gelombang Tinggi 2-3 Meter, Nelayan Tambakrejo Terancam Bahaya: Bisa Lama Berhenti Melaut

×

Gelombang Tinggi 2-3 Meter, Nelayan Tambakrejo Terancam Bahaya: Bisa Lama Berhenti Melaut

Sebarkan artikel ini
Nelayan Tambakrejo
Salah seorang nelayan Tambakarejo, Imam Mahmud Harianto, yang mengecek kondisi jaring untuk menangkap kerang hijau. (Yuni Esa Anugrah/beritajateng.tv)

Cuaca ekstrem juga berdampak pada kerusakan alat dan sarana nelayan. Imam menyebut bambu penyangga kerang hijau yang dipasang di laut banyak yang rusak dan ambrol akibat dihantam gelombang besar.

“Bambu-bambu banyak yang ambrol kena ombak. Kerang juga banyak yang keseret ombak, jadi hasilnya sedikit,” jelasnya.

Imam menuturkan, gelombang laut yang tinggi memaksa nelayan untuk lebih selektif menentukan waktu melaut. Dalam sepekan, nelayan hanya bisa melaut tiga hingga empat hari, tergantung kondisi cuaca.

BACA JUGA: Kisah Tambakrejo Semarang, Dari Kampung Tambak Tergerus Abrasi Menjadi Desa Mangrove Mandiri

Bahkan, pada kondisi cuaca ekstrem tertentu, nelayan bisa berhenti melaut dalam waktu lama demi menghindari risiko kecelakaan. Imam mengaku pernah mengalami kondisi terburuk pada 2024, ketika nelayan tidak bisa melaut hingga dua bulan.

“Waktu itu gelombangnya kencang sekali, benar-benar ekstrem. Demi keselamatan, nelayan memilih enggak melaut,” ungkapnya.

Nelayan juga berharap adanya perhatian dari pemerintah setempat untuk meningkatkan perlindungan dan keselamatan kerja di tengah cuaca laut yang semakin tidak menentu.

“Harapanya, pemerintah lebih memperhatikan nelayan lah. Kalau nelayan enggak bisa melaut kan kasihan anak istri,” katanya. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp