SEMARANG, beritajateng.tv – Keterlibatan ayah dalam tumbuh kembang anak menjadi perhatian Generali Indonesia melalui program BERGEMA (Berbagi Bergerak Bersama).
Bersama Komunitas Ibu Profesional, perusahaan asuransi jiwa ini mengajak orang tua membangun kedekatan dengan anak melalui aktivitas bermain, belajar, hingga edukasi keuangan keluarga.
Sepanjang 2026, program BERGEMA menargetkan 1.000 anak dari keluarga rentan di 50 kota di Indonesia. Program ini juga menyalurkan donasi untuk mendukung pendidikan anak-anak yang membutuhkan.
Tahun ini, BERGEMA mengusung tema “Aku dan Bapakku” untuk mendorong keterlibatan ayah dalam pengasuhan.
Melalui tema tersebut, Generali Indonesia ingin mengingatkan bahwa kehadiran ayah bukan sekadar memenuhi kebutuhan materi. Tetapi juga berperan dalam perkembangan emosional dan pembelajaran anak.
Kegiatan BERGEMA di Kota Semarang berlangsung di Taman Budaya Raden Saleh (TBRS), Jalan Sriwijaya, Candisari, Minggu (11/10/2026).
Sejumlah karyawan dan tenaga pemasar Generali Indonesia turut berpartisipasi dalam kegiatan yang mempertemukan orang tua dan anak melalui berbagai aktivitas interaktif tersebut.
BACA JUGA: Generali Indonesia Konsisten Dukung Semarang 10K, Dorong Gaya Hidup Sehat dan Berkelanjutan
Head of Marketing and Communications sekaligus Program Manager The Human Safety Net (THSN) Indonesia, Devi Heriani, mengatakan keluarga memiliki peran penting sebagai lingkungan pertama bagi anak untuk belajar dan berkembang.
“Kami percaya bahwa keluarga adalah lingkungan pertama dan terpenting bagi tumbuh kembang anak. Melalui program BERGEMA, kami ingin menghadirkan ruang yang memungkinkan orang tua dan anak belajar, bermain, dan bertumbuh bersama,” ujar Devi dalam keterangan tertulis.
Menurutnya, interaksi sederhana yang dilakukan secara konsisten dapat membantu memperkuat hubungan orang tua dan anak. Kedekatan tersebut juga menjadi salah satu fondasi untuk membangun ketahanan keluarga.
Permainan Jadi Sarana Membangun Kedekatan Ayah dan Anak
BERGEMA tidak hanya menghadirkan kegiatan bermain bersama. Program ini juga mencakup permainan kolaboratif antara ayah dan anak, sesi pengasuhan atau parenting, serta edukasi mengenai perencanaan keuangan keluarga.
Peserta mengikuti aktivitas berbasis permainan atau *play-based learning* yang dirancang untuk mendorong anak belajar melalui pengalaman langsung. Setiap keluarga juga menerima perangkat belajar atau *learning kit* agar aktivitas bermain dan belajar dapat dilanjutkan di rumah.
Founder Komunitas Ibu Profesional, Septi Peni Wulandani, menilai bermain merupakan salah satu cara penting bagi anak untuk belajar sekaligus membangun hubungan emosional dengan keluarga.
“Bermain adalah bahasa pertama anak, dan telah terbukti menjadi salah satu cara terbaik untuk anak belajar dan membangun kedekatan dengan keluarga sebagai ‘sekolah’ pertamanya,” kata Septi.
Ia berharap tema “Aku dan Bapakku” dapat mendorong lebih banyak ayah terlibat langsung dalam pengasuhan. Menurutnya, peran ayah tidak cukup hanya membantu ibu, tetapi juga perlu hadir dalam proses belajar, bermain, dan membangun komunikasi dengan anak.
Melalui pendekatan tersebut, BERGEMA ingin menjadikan kegiatan bersama keluarga sebagai kebiasaan yang berkelanjutan, bukan hanya aktivitas sesaat selama program berlangsung.
Donasi Rp1,2 Miliar Dukung Pendidikan Anak Keluarga Rentan
Program BERGEMA terlaksana melalui kolaborasi Generali Indonesia dan Yayasan Jarimatika atau Komunitas Ibu Profesional. Kegiatan ini mendapat dukungan dari donasi yang terkumpul sepanjang 2025 dengan total nilai Rp1,2 miliar.
Donasi tersebut di salurkan langsung kepada Yayasan Jarimatika untuk mendukung pelaksanaan program. Pada 2026, kegiatan BERGEMA bakal berlangsung secara bertahap di berbagai kota di Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi.
BERGEMA merupakan bagian dari gerakan global The Human Safety Net, inisiatif Generali Group yang beroperasi di 26 negara. Gerakan ini bertujuan membantu orang-orang yang hidup dalam kondisi rentan mengembangkan potensi diri dan memperkuat kehidupan keluarga maupun komunitas mereka.
Di Indonesia, Generali menjalankan berbagai program THSN bersama Komunitas Ibu Profesional sejak 2020. Sejak launching pada 2018, THSN Indonesia telah memberikan dampak kepada lebih dari 40.000 anak dan keluarga.
Program-programnya mencakup pendidikan dan nutrisi anak, penguatan ketahanan keluarga. Serta peningkatan literasi dan perencanaan keuangan, termasuk pemahaman mengenai asuransi.
Secara global, The Human Safety Net telah membantu sekitar 1,3 juta orang yang hidup dalam kondisi rentan. Gerakan ini berfokus pada dua program utama, yakni *For Families* dan *For Refugees*, serta melibatkan lebih dari 11.000 karyawan dan agen Generali Group.
Devi mengatakan, program sosial tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Selain pemberdayaan anak dan keluarga, Generali Indonesia juga menjalankan inisiatif yang berkaitan dengan olahraga dan pelestarian lingkungan.
“Melalui berbagai inisiatif sosial yang berfokus pada pemberdayaan keluarga dan anak, serta dukungan terhadap kegiatan olahraga dan pelestarian lingkungan. Generali Indonesia terus berupaya menciptakan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat dan lingkungan,” tutup Devi. (*)





