Olahraga

Gol Bunuh Diri 2 Pemain Dituding Sengaja Saat Lawan Bali United, Caretaker PSIS Semarang Angkat Bicara

×

Gol Bunuh Diri 2 Pemain Dituding Sengaja Saat Lawan Bali United, Caretaker PSIS Semarang Angkat Bicara

Sebarkan artikel ini
Gol Bunuh Diri PSIS | PSIS Internasional
Caretaker PSIS Semarang, M. Ridwan, saat diwawancarai awak media, Jumat, 24 Februari 2023. (Steve Arie/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Caretaker PSIS Semarang Muhammad Ridwan, akhirnya buka suara soal dua gol bunuh diri yang ciptakan kekalahan telak PSIS dari Bali United. Kekalahan 4-0 itu menimbulkan pertanyaan besar dari para pecinta sepak bola.

Banyak pihak menyebut dua gol bunuh diri PSIS itu terasa aneh. Bahkan, muncul tudingan bahwa gol ke gawang sendiri itu sengaja diciptakan. Ridwan langsung membantah dugaan tersebut dan memberi pembelaan terhadap pemainnya.

Gol pertama datang dari sepakan Joao Ferrari pada menit 22. Bek asal Brasil itu berniat menghalau bola, namun si kulit bundar justru meluncur ke gawang sendiri. Skor 1-0 untuk Bali United.

BACA JUGA: Usai Kehilangan Gilbert Agius, PSIS Semarang Berpisah dengan Pelatih Fisik Alberto Garcia

Gol kedua muncul saat Ridho Syuhada coba membuang umpan silang. Namun, bola malah mengenai kakinya sendiri dan masuk ke gawang PSIS pada menit 51.

Ridwan membela dua pemainnya dan menegaskan tak ada unsur kesengajaan. “Saya pun pernah melakukan gol bunuh diri,” ujar Ridwan. “Kalau lihat siapa yang melakukannya, dua pemain ini sangat kuat secara spiritual.”

Ia juga menambahkan bahwa dirinya tak pernah menaruh prasangka. “Saya tidak pernah berpikir macam-macam soal mereka. Saya percaya mereka hanya apes saja, waktu dan posisi yang tidak pas.”

BACA JUGA: Terpuruk di Dasar Klasemen, PSIS Semarang Wajib Menang 3 Laga Mendatang Demi Hindari Degradasi

Kini, PSIS memilih fokus menghadapi laga berikutnya melawan PSS Sleman di Stadion Jatidiri, Jumat, 9 Mei 2025. Laga ini sangat krusial bagi PSIS agar terhindar dari degradasi.

Kemenangan jadi harga mati bagi tim Mahesa Jenar. Bila hanya meraih hasil imbang atau kalah, posisi mereka makin rawan terlempar ke kasta kedua.

“Semua laga sekarang seperti final,” tegas Ridwan. “Kami tak sekadar ingin poin. Kami wajib menang.”

PSIS berharap mampu bangkit dan tutup musim dengan hasil manis di depan pendukung sendiri. (*)