Olahraga

Cetak Gol Bunuh Diri, Ibunda Arhan: Saya Mohon Maaf, Jangan Bully Anak Saya

×

Cetak Gol Bunuh Diri, Ibunda Arhan: Saya Mohon Maaf, Jangan Bully Anak Saya

Sebarkan artikel ini
gol bunuh diri Pratama Arhan
Ibunda Pratama Arhan meminta maaf karena gol bunuh diri yang terjadi pada pertandingan Indonesia Vs Uzbekistan pada Selasa, 29 April 2024. (Heri/beritajateng.tv).

BLORA, beritajateng.tv – Timnas Garuda muda tumbang lawan tim Uzbekistan dalam lanjutan piala AFC U-23 pada Senin, 29 April 2024.  Uzbekistan berhasil mencukur gundul dengan skor 2-0. Salah satunya karena gol bunuh diri tersebut diakibatkan blunder dari pemain sayap andalan timnas yaitu Pratama Arhan.

Padahal, Arhan sendiri telah menjadi pahlawan timnas indonesia saat lawan Korea Selatan di perempat final kemarin. Akibat blunder (gol bunuh diri Pratama Arhan) tersebut, tak sedikit netizen menyerbu akun sosial media milik Arhan.

Di menit akhir pertandingan, Pratama Arhan yang memegang ban kapten usai Rizky Ridho mendapat kartu merah.

Selang beberapa menit, saat hendak menghalau bola, tampak Arhan dan Ernando (Penjaga Gawang Timnas) miskomunikasi untuk membuang bola liar di mulut gawang. Akan tetapi, justru merobek jaring sendiri hingga skor menjadi 0-2.

Atas gol bunuh diri Pratama Arhan itu, Surati meminta maaf kepada masyarakat dan pendukung Timnas.

Kendati demikian, Surati sudah merasa bangga timnas garuda muda mampu berjuang hingga melaju sebagi semifinalis.

‘’Mohon maaf atas kesalahan anak saya. Tolong para pendukung jangan mem-bully Arhan. Kita sudah berjuang maksimal hingga di titik ini,’’ tegasnya.

Kedua orang tua Arhan, Sutrisno dan Surati yang watu itu nonton bareng bersama anggota Polres Blora di gedung Arya guna Polres Blora, sepanjang pertandingan, Surati tak henti hentinya memutar tasbih, berdoa dan bersholawat untuk memberikan doa kepada timnas.

‘’Prediksi saya awalnya memang masuk final, tapi ternyata timnas Uzbekistan ini sangat tangguh dan memang katanya belum pernah kebobolan selama turnamen ini,’’ ucapnya.

Surati berharap, Arhan dan kawan-kawan mampu menghadapi perebutan juara 3 dengan tenang.

Sehingga bisa menyabet gelar juara 3 dan bisa melaju ke Olimpiade 2024 di Paris.

‘’Harapannya seperti itu. Sebagai orang tua bisa mendoakan yang terbaik untuk anaknya. Sekali lagi mohon maaf atas kesalahan anak saya, tolong jangan dihujat. Mari saling didukung,’’ terangnya. (*).

Editor: Andi Naga Wulan.