SEMARANG, beritajateng.tv – Industri pernikahan dan event terus beradaptasi dengan tren baru yang lebih personal dan bermakna. Hal ini terwujud dalam Grand Wedding Expo 2026 yang kembali berlangsung pada 8-11 Januari 2026 di Queen City Mall Semarang.
Emerald Indonesia mengusung konsep “serenity”, sebuah pendekatan pernikahan yang menonjolkan ketenangan, kehangatan, dan nuansa natural.
CEO Emerald Indonesia, Yuni Kanaya, menjelaskan bahwa Grand Wedding Expo terancang sebagai pameran yang terkurasi dan eksklusif karena hanya berlangsung dua kali dalam setahun. Konsep ini bertujuan menjaga kualitas acara sekaligus menghadirkan pengalaman menyeluruh bagi calon pengantin maupun penyelenggara event.
BACA JUGA: Cek Kumpulan Fakta Menarik Film Malam 3 Yasinan, Pendekatan Horor Psikologis
“Sejak awal, kami memang membatasi penyelenggaraan Grand Wedding Expo hanya dua kali dalam setahun. Tujuannya agar event ini benar-benar menjadi momen bertemunya seluruh pelaku industri wedding dan event dalam satu wadah yang terintegrasi,” ujar Yuni usai pembukaan pada Kamis, 8 Januari 2026.
Pada penyelenggaraan tahun 2026, sebanyak 70 vendor ambil bagian, terdiri dari penyedia jasa pernikahan hingga pengelola venue yang juga melayani berbagai kebutuhan acara lain seperti meeting, peluncuran produk, hingga perayaan ulang tahun.
“Dalam satu event ini kami berusaha mengumpulkan semua vendor dan pihak yang terlibat dalam perencanaan acara, sehingga masyarakat bisa merancang event mereka secara lengkap dan efisien,” tambahnya.
Pemkot Semarang Dukung Grand Wedding Expo 2026
Dukungan terhadap Grand Wedding Expo 2026 juga datang dari Pemerintah Kota Semarang. Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, Samsul Bahri Siregar, menyatakan bahwa pihaknya konsisten mendukung kegiatan ekspo karena dinilai mampu mendorong geliat ekonomi kreatif dan pariwisata kota.
“Kami selalu mendukung kegiatan ekspo. Selama kegiatan tersebut berdampak positif dan berjalan dengan baik, tentu kami siap membantu, baik dari sisi promosi, administrasi, maupun perizinan,” katanya.

Samsul menilai tema Serenity menjadi pembeda yang kuat daripada konsep wedding konvensional yang identik dengan kemewahan berlebihan.





