SOLO, beritajateng.tv – Mahasiswa Unsa atau Universitas Surakarta, Almas Tsaqib Birru bercerita soal gugatannya yang dikabulkan Mahkamah Konstitusi (MK).
Mahasiswa Unsa, Almas menggugat Undang-undang (UU) yang mengatur tentang batas usia capres-cawapres ke MK. Putusan atas gugatan tersebut membuka peluang Walikota Solo dan putra Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka maju menjadi cawapres.
Kepada media, mahasiswa Unsa, Almas mengaku hanya ingin mengaplikasikan ilmu yang ia peroleh di perkuliahan.
“Untuk ngetes ilmu saya di perkuliahan,” kata mahasiswa semester 8 Unsa tersebut di Solo, Senin 16 Oktober 2023.
Ia juga mengaku tidak ada intervensi dari pihak manapun terkait gugatan ke MK tersebut.
“Murni dari saya yang ingin mengaplikasikan ilmu yang saya dapat,” katanya.
Terkait dengan hal yang menjadi alasannya mengajukan gugatan karena ia merasa prihatin atas kondisi saat ini. Sebab banyak generasi muda yang sebetulnya berpotensi menjadi capres atau cawapres, namun terkendala oleh batas usia.
Mahasiswa Unsa sebut rekam jejak Gibran pimpin Solo
Selain itu, ia juga melihat selama memimpin Solo, Gibran menorehkan prestasi yang banyak masyarakat rasakan.
“Kalau saya kan orang Solo, saya melihat dan merasakan dampak selama mas Gibran jadi Walikota. Banyak kepala daerah di bawah 40 tahun punya dampak positif terhadap masyarakat banyak,” katanya.
Meski demikian menurutnya gugatan tersebut bersifat open legal policy yang artinya berlaku untuk siapapun.
“Yang saya tuliskan disana buat pintu masuk. Nggak semata-mata buat Mas Gibran. Bisa untuk tahun-tahun berikutnya, nggak cuma (pemilu) tahun depan saja,” katanya.





