Politik

Khidmatnya Halaqoh 1000 Kyai Wonosobo, Gus Yasin Jelaskan Komitmen “Tiga Gus” untuk Jawa Tengah

×

Khidmatnya Halaqoh 1000 Kyai Wonosobo, Gus Yasin Jelaskan Komitmen “Tiga Gus” untuk Jawa Tengah

Sebarkan artikel ini
Gus Yasin
Gus Yasin bersama 1000 kyai saat acara Halaqoh di Wonosobo.

“Ini gayung bersambut dengan Mas Luthfi. Saya katakan kepada beliau, saya mau menerima pinangan jenengan dengan syarat kedepan dunia pesantren dan keagamaan menjadi prioritas APBD Jateng. Saya sampaikan begitu, Mas Lutfhi malah langsung ngadek (berdiri) dan angkat tangan menyatakan setuju,” ujarnya.

BACA JUGA: Ahmad Luthfi Irit Bicara saat Ditanya Problem Jawa Tengah, Gus Yasin Beri Sinyal Program Berkelanjutan

Gus Yasin Yakin dengan Kepemimpinan Ahmad Luthfi

Menurut Gus Yasin, komitmen Ahmad Luthfi untuk agama dan pesantren tidak perlu diragukan lagi. Mantan Kapolda Jateng ini juga berdarah NU. Pernah 4 tahun nyantri di Ponpes Al Islah Kediri asuhan Kyai Toha almarhum.

Selain itu, melanjutkan kuliah di IAIN Sunan Ampel Surabaya. Selama kuliah juga menjadi aktivis PMII (Perhimpunan Mahasiswa Islam Indonesia).

“Ini kalau dadanya dibelah isinya sama dengan kita nahdliyin. Beliau tegas menyampaikan kepada saya bahwa program insentif guru akan ditingkatkan itu sudah terucap dari beliau,”tegasnya.

Cagub Ahmad Luthfi, menurut Gus Yasin sangat paham bahwa pendidikan santri dan agama sangat penting. Santri butuh pelatihan untuk bekal di masyarakat. Tidak semua santri harus jadi kyai atau ustad-ustazah. Ada yang harus bekerja di masyarakat.

“Saya matur nuwun dengan Mbak Ida (Ida Fauziyah Menteri Tenaga Kerja RI dari Partai PKB) yang sudah memberikan banyak bantuan BLK (Balai Latihan Kerja) pada pesantren. Sehingga santri punya kompetensi dan sertifikat keahlian.”

Kata Wagub Jateng 2018-2023 ini, selama lima tahun menjabat sudah mengadakan pelatihan Kang Jalal (Tukang Jagal Halal). Menjawab keresahan para Kyai di pasar masih ada daging yang tidak halal. Menghasilkan 100 lebih tukang jagal halal bersertifikat dari program ini.

“Ini contoh kecil yang kita harapkan dari pesantren untuk negeri di Jawa Tengah. Ini bisa terwujud bila panjenengan merestui kami bisa memimpin. Nanti lanjutannya tahun 2029, Gus Yusuf akan memimpin bagaimana santri di Jawa Tengah berkontribusi,” tambahnya.