Ekbis

Hadapi Lonjakan Penumpang Nataru, KAI Daop 4 Semarang Gelar Posko Siaga

×

Hadapi Lonjakan Penumpang Nataru, KAI Daop 4 Semarang Gelar Posko Siaga

Sebarkan artikel ini
Hadapi Lonjakan Penumpang Nataru, KAI Daop 4 Semarang Gelar Posko Siaga
Penyematan pin dan pembukaan posko siaga Nataru KAI Daop 4 Semarang. (Ellya/beritajateng.tv)

Selain itu, KAI juga menambah 38 personel dari unsur TNI dan Polri, termasuk Brimob dan unit K9. Untuk memperkuat pengamanan di stasiun, di atas kereta, serta patroli jalur rel dan objek vital.

“Kami ingin memastikan pelanggan merasa aman sejak tiba di stasiun, selama perjalanan, hingga sampai di tujuan,” kata Suharjono.

Untuk menunjang layanan pelanggan, KAI Daop 4 Semarang menyiagakan 16 Customer Service Mobile di stasiun-stasiun utama. Seperti Semarang Tawang, Semarang Poncol, Tegal, dan Pekalongan.

Pegawai kantor Daop 4 Semarang juga terlibat dalam posko angkutan guna membantu pemberian informasi kepada penumpang.

Dari sisi kesehatan, posko layanan kesehatan buka di enam stasiun. Yakni Semarang Tawang, Semarang Poncol, Tegal, Cepu, Pekalongan, dan Ngrombo.

Di setiap stasiun tersebut, satu dokter umum dan tenaga paramedis siaga untuk memberikan penanganan medis.

Perkuat Fasilitas Layanan Penumpang

KAI Daop 4 Semarang juga memperkuat fasilitas pelayanan penumpang. Kebersihan area stasiun, ruang tunggu, toilet, dan kereta terus dijaga.

Sejumlah fasilitas tambahan tersedia, mulai dari drinking water station di beberapa stasiun besar, pengering payung. Hingga fasilitas face recognition boarding gate yang kini tersedia di Stasiun Semarang Tawang, Semarang Poncol, Tegal, dan Pekalongan.

Tak hanya itu, fasilitas pendukung seperti kursi roda, ruang menyusui, ruang bermain anak, tabung oksigen, tandu, dan ambulans juga standby untuk menjamin kenyamanan seluruh pelanggan, termasuk kelompok rentan.

Dalam aspek keselamatan, KAI Daop 4 Semarang menggencarkan program Management Safety Walkthrough. Melalui program ini, jajaran manajemen turun langsung ke lapangan untuk memeriksa lintas operasional, mengidentifikasi potensi bahaya. Serta memastikan seluruh prosedur keselamatan dijalankan dengan baik.

KAI juga telah melakukan rampcheck standar pelayanan minimum bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan.

Selain itu, koordinasi dengan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang dilakukan secara intensif untuk mengantisipasi potensi cuaca ekstrem selama musim hujan.