Komitmen tersebut kembali Agustina saat menghadiri pengukuhan Pengurus Paguyuban Pengurus Jenazah Semarang (P2JS)/Modin Kota Semarang periode 2026–2031. Sekaligus membuka Pelatihan Pemulasaraan Jenazah bagi modin se-Kota Semarang di Rumah Dinas Wali Kota Semarang.
Dalam kegiatan itu, sebanyak 18 pengurus P2JS periode 2026–2031 yang di ketuai Widodo Lestari, S.Ag., resmi dikukuhkan.
Sementara pelatihan pemulasaraan jenazah berjalan secara bertahap selama dua hari agar dapat melibatkan seluruh 1.000 modin di Kota Semarang.
Di hadapan para peserta, Agustina menegaskan seluruh modin di Kota Semarang harus memperoleh bisyaroh sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian mereka kepada masyarakat.
“Saya berkomitmen bahwa semua modin harus dapat bisyaroh ini. Mereka menjalankan tugas kemanusiaan yang sangat mulia, hadir mendampingi warga di saat-saat paling sulit. Pemerintah Kota harus memberikan dukungan dan penghargaan yang layak atas pengabdian tersebut,” tegasnya.
Menurut Agustina, tugas modin tidak hanya sebatas mengurus pemulasaraan jenazah, tetapi juga memberikan pendampingan moral dan spiritual kepada keluarga yang sedang berduka. Peran tersebut menurutnya menjadi bagian penting dalam memperkuat pelayanan sosial di lingkungan masyarakat. (*)
Editor: Elly Amaliyah





