Sementara itu perajin tahu di daerah Kecamatan Weleri Kabupaten Kendal, Wawan, adanya ajakan mogok produksi dan berjualan tahu tempe tersebut harusnya dibicarakan dengan baik terlebih dahulu.
Karena dirinya mengaku khawatir jika nanti mogok produksi dan berjualan, para pelanggan akan lari dan tidak lagi membeli produk tahu yang ia buat.
“Sebenarnya kenaikan harga kedelai berdampak kepada perajin kecil seperti kami. Tapi kalau mogok nanti pelanggan akan lari. Kalau tidak ikut mogok, ada imbauan seperti itu. Terus siapa yang akan mengganti kerugian kami akibat ini nanti,” ungkap Wawan. (Ak/El)





