Jateng

Hari Raya Idulfitri Berbarengan dengan Nyepi, Muhammadiyah Jateng Imbau Umat Jaga Toleransi

×

Hari Raya Idulfitri Berbarengan dengan Nyepi, Muhammadiyah Jateng Imbau Umat Jaga Toleransi

Sebarkan artikel ini
Hari Raya Nyepi
Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Muhammadiyah Jawa Tengah, K.H. Tafsir, saat ditemui di Jalan Pemuda Kota Semarang, Selasa, 10 Maret 2026. (Yuni Esa Anugrah/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Perayaan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah tahun ini berpotensi berdekatan bahkan bersamaan dengan Hari Raya Nyepi umat Hindu. Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah mengimbau umat Islam tetap menjaga toleransi antarumat beragama dalam situasi tersebut.

Ketua PW Muhammadiyah Jawa Tengah, K.H. Tafsir, mengatakan umat Islam sebenarnya sudah terbiasa menghadapi kondisi hari besar yang berdekatan dengan perayaan agama lain.

Menurutnya, prinsip saling menghormati harus tetap dikedepankan agar kehidupan beragama berjalan harmonis.

“Bisa jadi nanti di Bali prosesi Salat Id tetap jalan, kemudian takbiran juga tetap jalan. Tapi tetap menghormati teman-teman Hindu yang sedang merayakan Nyepi,” ujarnya saat beritajateng.tv temui di Jalan Pemuda pada Selasa, 10 Maret 2026.

BACA JUGA: Muhammadiyah Tetapkan Lebaran 2026 dengan Hilal Global, Pemerintah Tunggu Sidang Isbat

Ia menjelaskan bahwa pelaksanaan ibadah Idulfitri tetap dapat berjalan. Akan tetapi, dengan penyesuaian tertentu agar tidak mengganggu umat Hindu yang sedang menjalankan Catur Brata Penyepian.

“Misalnya takbiran atau khotbah Idulfitri tanpa speaker atau dalam situasi yang terbatas,” ujar Tafsir.

Menurutnya, penyesuaian teknis seperti itu bukan hal sulit bagi umat Islam. Sebab, nilai toleransi sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia.

“Itu sangat teknis dan umat Islam sangat bisa menghadapi situasi itu,” ujarnya.

Jaga Toleransi di Kala Hari Raya Idulfitri Berbarengan Nyepi

K.H. Tafsir menambahkan bahwa perbedaan penentuan hari raya maupun perbedaan perayaan agama tidak seharusnya menjadi sumber konflik di tengah masyarakat.

Ia berharap masyarakat Indonesia tetap menjaga persatuan serta menjadikan momen hari raya sebagai sarana memperkuat toleransi antarumat beragama.

Sementara itu, Kementerian Agama RI telah menyampaikan panduan jika Hari Raya Nyepi pada 19 Maret 2026 berbarengan dengan malam takbiran Idulfitri 1447 H. Panduan ini dirumuskan berdasarkan hasil koordinasi Kementerian Agama dengan pemerintah daerah, tokoh agama, dan tokoh masyarakat Bali.

BACA JUGA: Beda Rakaat Bukan Penghalang, Muhammadiyah dan NU Tarawih Bareng di Masjid Sekayu Semarang