“Keberanian menyampaikan kritik itu penting, tetapi harus berbarengan etika dan penghormatan kepada pihak yang di kritik. Jangan sampai merasa paling benar karena setiap orang bisa memiliki sudut pandang yang berbeda,” tuturnya.
Herlambang juga menilai diskursus publik seharusnya tidak hanya berfokus pada kekurangan pemerintah. Menurutnya, sejumlah capaian dan kebijakan yang positif juga perlu mendapatkan perhatian yang seimbang.
Ia mencontohkan beberapa langkah pemerintah yang menurutnya bertujuan memperkuat perekonomian nasional dan meningkatkan efisiensi pengelolaan keuangan negara.
“Ketika ada kebijakan yang mereka anggap berhasil atau kondisi ekonomi menunjukkan perbaikan. Hal itu juga layak dapat apresiasi. Jangan hanya sisi negatif yang terus di angkat ke ruang publik,” katanya.
Meski memberikan kritik terhadap cara penyampaian pendapat Tiyo Ardianto, Herlambang menegaskan ia tidak mempersoalkan substansi kritik terhadap pemerintah. Ia menyebut Presiden Prabowo Subianto terbuka terhadap berbagai masukan dari masyarakat.
Baginya, kritik yang mahasiswa sampaikan secara santun dan argumentatif justru dapat menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah untuk memperbaiki kebijakan yang belum optimal.
Dalam kesempatan itu, Herlambang juga menyampaikan pesan khusus kepada Tiyo. Ia berharap aktivis mahasiswa tetap mempertahankan sikap kritis. Namun mengedepankan intelektualitas dan etika dalam setiap pernyataan yang di sampaikan kepada publik.
“Mahasiswa harus menjadi contoh intelektualitas. Kritik boleh, bahkan harus, tetapi dengan cara yang baik dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Menariknya, di tengah perbedaan pandangan yang muncul, Herlambang justru membuka ruang dialog. Ia menyatakan siap bertemu langsung dengan Tiyo Ardianto untuk berdiskusi dan bertukar gagasan mengenai berbagai isu kebangsaan.
Dia menyebut, perbedaan pendapat bukan alasan untuk menyerang, melainkan kesempatan untuk membangun pemahaman yang lebih luas melalui dialog yang sehat.
“Kalau ada kesempatan bertemu, saya siap berdiskusi. Dalam demokrasi, yang terpenting adalah bagaimana kita bisa saling mengoreksi dan mencari solusi bersama untuk kepentingan bangsa,” tegasnya. (*)




