Politik

Herlambang ke Eks Ketua BEM UGM: Kritik Pemerintah Boleh, Jangan Sebar Narasi Kecemasan

×

Herlambang ke Eks Ketua BEM UGM: Kritik Pemerintah Boleh, Jangan Sebar Narasi Kecemasan

Sebarkan artikel ini
Herlambang ke Eks Ketua BEM UGM: Kritik Pemerintah Boleh, Jangan Sebar Narasi Kecemasan
Anggota DPRD Kota Semarang dari Fraksi Gerindra, Herlambang Prabowo. (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Ruang demokrasi yang terbuka memberi kesempatan bagi siapa pun untuk menyampaikan kritik kepada pemerintah.

Namun di tengah derasnya arus opini di media sosial dan ruang publik, cara menyampaikan kritik dinilai menjadi hal yang tak kalah penting dibanding substansi yang disampaikan.

Pandangan itulah yang disampaikan anggota DPRD Kota Semarang dari Partai Gerindra, Herlambang Prabowo, menanggapi pernyataan eks Ketua BEM Universitas Gadjah Mada (UGM), Tiyo Ardianto, yang belakangan menjadi perbincangan publik.

Bagi Herlambang, kritik merupakan bagian penting dalam sistem demokrasi. Namun, ia mengingatkan agar kritik tidak berkembang menjadi narasi yang justru memunculkan keresahan dan mengikis kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

Menurutnya, masyarakat membutuhkan ruang diskusi yang sehat dan konstruktif, bukan sekadar penyebaran pandangan yang menggambarkan kondisi negara secara negatif tanpa melihat berbagai upaya yang tengah dilakukan pemerintah.

“Silakan mengkritik pemerintah, itu hak setiap warga negara. Tetapi jangan sampai membangun narasi kecemasan yang membuat masyarakat kehilangan kepercayaan terhadap pemerintahnya sendiri,” ujarnya.

Herlambang menilai pemerintah saat ini sedang berupaya menjalankan berbagai program yang bertujuan memperkuat kemandirian bangsa.

Ia menyebut sejumlah kebijakan strategis membutuhkan waktu untuk menunjukkan hasil sehingga tidak bisa kita nilai secara instan.

“Saat ini pemerintah sedang berusaha mewujudkan cita-cita berdikari yang sejak dulu di cita-citakan para pendiri bangsa. Proses itu tentu tidak bisa selesai dalam waktu singkat,” katanya.

Di tengah polemik yang berkembang, Herlambang juga menyoroti pentingnya etika dalam menyampaikan pendapat.

Menurutnya, tradisi budaya Indonesia, khususnya falsafah Jawa, mengajarkan nilai kesantunan dan penghormatan kepada sesama, termasuk ketika menyampaikan kritik.

Dia berpendapat bahwa kecerdasan intelektual perlu berjalan beriringan dengan tata krama. Agar pesan yang tersampaikan dapat dterima dengan baik oleh berbagai pihak.

BACA JUGA: Istana Rekrut Homeless Media untuk Bantu Sebar Program Prabowo, Ada Dagelan hingga GNFI