Akan tetapi, juga terkait dengan tata kelola, administrasi, teknologi informasi, hingga integritas pengelola Dapur MBG yang ada di Kabupaten Semarang.
“Maka pembentukan struktur organisasi di daerah menjadi penting. Sekaligus menjadi bagian dari upaya memberikan pembekalan kepada mitra dapur,” ucapnya.
Tujuannya, kata Yusuf, tentu agar program MBG berjalam dengan tata kelola yang baik. Mengedepankan keamanan dan kesehatan makanan MBG.
“Kami terus berproses, karena itu anggota HMD harus menjadi contoh,” katanya.
Yusuf juga mengatakan, secara nasional, HMD Gemas memiliki 6.000 anggota yang memikiki akses komunikasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN).
“Termasuk dengan kementerian terkait guna mendukung pelaksanaan program MBG. Kami ini penghubung antara mitra dapur dengan Pemerintah,” katanya. (*)
Editor: Diaz A Abidin





