SEMARANG, beritajateng.tv – Xaviera Putri Ardianingsih belakangan ini menuai sorotan sejak partisipasinya dalam ajang University War versi Indonesia.
Tak hanya berparas menawan, Xaviera Putri juga sukses meraih peringkat pertama dalam Global Startup dan publikasi di Jurnal Nasional Korea.
Kini, perempuan lulusan Korea Advanced Institute of Science and Technology (KAIST) di Korea Selatan itu semakin publik kenal sejak kemunculannya sebagai peserta di game show besutan Ruangguru, Clash of Champions.
Di usia 15 tahun, ia berhasil mendapatkan beasiswa penuh untuk menempuh pendidikan SMA di KAIST. Xaviera mengambil jurusan Computer Science & Business Technology Management melalui beasiswa dari pemerintah Korea Selatan.
Dengan berbagai pencapaian yang membanggakan tersebut, ternyata ada pengalaman memilukan yang pernah terjadi dalam hidup Xaviera Putri.
Ia baru-baru ini mengaku bahwa saat menempuh Pendidikan SMA di Korea, adik ipar dari CEO Ruangguru Belva Devara ini pernah mengalami kondisi terpuruk, terlebih sebagai wanita berhijab di angkatannya.
“Waktu aku SMA di Korea, aku kena mental banget sih di tahun pertama,” ungkap Xaviera Putri seperti beritajateng.tv kutip dari kanal YouTube CURHAT BANG Denny Sumargo, Kamis 11 Juli 2024.
BACA JUGA: Cerita Akmal, Mahasiswa Undip yang Raih Medali Emas di ASEAN University Games 2024
Di tahun pertama, Xaviera diketahui masuk dalam kelas sains yang mana siswanya bercampur dengan pelajar internasional.
Di sana, ia mengatakan bahwa dirinya merupakan satu-satunya siswi berhijab di angkatannya yang berjumlah ratusan orang.
“Misalnya satu angkatan ada 100 berapa orang, anak internasional cuma ada 10 atau 11, dan aku satu-satunya yang berhijab di angkatan aku,” jelasnya.
Menjadi minoritas di sekolahnya, ia mengaku kesulitan dalam berteman. Hal ini karena banyak dari kawan-kawannya yang memandang Xaviera dengan stereotype yang mereka miliki tentang orang berhijab.
“Jadi tuh kayak rasanya aku pas SMP bisa buat temen gampang, tapi aku pas nyampe SMA sana kayak mau bertemen aja orang udah kayak ada stereotype ke aku kayak apa, udah ada label gitu kak, kayak ‘oh anak inter yang pake hijab itu ya’ dan aku belum ngapa-ngapain udah ada asumsi,” ujar Xaviera.
Sulit berteman membuat Xaviera tidak patah semangat dalam belajar. Di samping itu, ia memiliki tanggung jawab menjadi reresentasi wania berhijab di Korea.
Dengan kerja keras dan keyakinannya, peserta Clash of Champions tersebut berhasil membuktikan diri dengan prestasi dan pencapaiannya.
Dari sana, ia kemudian berhasil mengubah pandangan orang terhadapnya.
“Aku kan masih 15 tahun ya kak, rasanya kayak aku harus ngerepresentasiin orang-orang yang berhijab. Tapi alhamdulillah sih pas aku tahun kedua akhirnya aku kayak pengen prove them wrong,” tutrnya.
BACA JUGA: Suguhkan Berbagai Jenis Karya Seni Unik, Mahasiswa S3 Unnes Gelar Pameran Data Disertasi
Menariknya, saking beratnya situasi yang ia hadapi saat itu membuat Xaviera merasa down. Namun, ia mengingat tujuan baiknya sehingga mampu mengembalikan motivasi dirinya.
“Sempat down,tapi kayaknya pas ada momen aku menyerah apa enggak, aku balik lagi ke tujuan aku,” (*)





