Menurut survei Pew Research Center pada 2024, hampir separuh remaja saat ini mengaku hampir selalu terhubung ke internet, meningkat tajam dibandingkan satu dekade lalu ketika hanya 24 persen yang menyatakan hal serupa.
BACA JUGA: Usai Kontroversi, Rumah Makan Ayam Goreng Widuran di Solo Kembali Buka
Sebagian bahkan mengaku kerap merasakan getaran notifikasi palsu, sementara yang lain menyebut menyalakan ponsel kini menjadi kebiasaan otomatis.
Ponsel lipat dan perangkat dari era 2000-an seperti Blackberry bukan sekadar lebih hemat biaya. Bagi gen Z, gadget-gadget ini membantu mereka membangun kembali waktu berkualitas bersama orang terdekat.
Mengeksplorasi minat di luar layar, dan menciptakan keseimbangan hidup yang lebih sehat dari terpaan konten digital nonstop. (*)





