“Jam operasional armada kami menyesuaikan dengan aktivitas karyawan dan pengunjung Mall 23. Pada jam-jam sibuk pagi, siang, hingga sore, headway atau waktu tunggu rata-rata sekitar 10 menit. Sementara di luar jam padat, waktu tunggunta bisa berkisar 20-30 menit,” ungkap Haris.
Sejauh ini, antusiasme masyarakat yang memanfaatkan BRT menuju Mal 23 maupun kawasan POJ City menunjukkan tren positif. BRT Trans Semarang bisa menjadi alternatif transportasi publik bagi pekerja, pelajar maupun masyarakat umum yang ingin berpergian ke kawasan POJ City atau Mall 23.
Di sisi lain, Trans Semarang juga tengah mengkaji berbagai masukan masyarakat terkait permintaan pengaktifan kembali layanan menuju kawasan The Park Semarang. Kajian dengan menghitung kebutuhan armada, jarak tempuh, hingga waktu tunggu penumpang.
“Kami juga memantau masukan melalui media sosial terkait rute ke The Park untuk difungsikan lagi. Saat ini sedang kami kaji dan hitung kilometer tempuhnya untuk nantinya menyesuaikan dengan rute POJ,” tutur Haris.
Haris menyatakan bahwa rute menuju kawasan tersebut sebelumnya sempat beroperasi. Namun beralih ke wilayah lain yang memiliki kebutuhan transportasi lebih besar, khususnya kawasan dengan konsentrasi sekolah yang tinggi.
“Dulu rute itu pernah ada, tetapi kami alihkan karena melihat kebutuhan transportasi di kawasan Kokrosono cukup besar dengan banyaknya sekolah. Prioritas kami saat itu mendukung mobilitas pelajar,” katanya. (*)





