SEMARANG, beritajateng.tv – Kehadiran Mall 23 Semarang Shopping Center di kawasan Marina, Pearl of Java (POJ) City, tidak hanya menambah pilihan destinasi belanja dan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga mendorong pengembangan layanan transportasi publik.
Untuk mendukung mobilitas pengunjung dan pekerja di kawasan tersebut, Trans Semarang kini mengoperasikan layanan BRT menuju Mall 23 Semarang.
Bagi masyarakat yang ingin berkunjung ke Mall 23 menggunakan transportasi umum tidak perlu khawatir.
Pasalnya, Trans Semarang telah mengoperasikan dua armada BRT yang melayani rute menuju pusat perbelanjaan tersebut dengan titik keberangkatan dari Halte PRPP
Kepala BLU UPTD Trans Semarang, Haris Setyo Yunanto, mengatakan layanan tersebut masih dalam tahap uji coba yang mulai sejak 21 Mei 2026. Sebanyak dua armada bus hadir untuk melayani perjalanan menuju kawasan POJ City, termasuk Mal 23 Semarang.
“Rutenya dari Halte PRPP masuk ke POJ, kemudian keluar sampai Halte Cakrawala di Karangayu, lalu kembali lagi ke PRPP,” ujar Haris, sapaan akrabnya, Kamis, 4 Juni 2026.
Menurut Haris, pembukaan rute tersebut berawal dari adanya potensi pergerakan masyarakat yang cukup besar setelah Mall 23 mulai beroperasi.
Selain menjadi pusat perbelanjaan baru, kawasan tersebut juga menjadi lokasi aktivitas ribuan pekerja setiap harinya.
“Dari 23 Mall menyampaikan ada potensi besar. Jumlah karyawannya ribuan. Di situ kami mencoba menangkap potensi tersebut dengan melakukan uji coba terlebih dahulu,” paparnya.
Dua armada yang melayani kawasan POJ City, termasuk Mall 23, menggunakan bus berukuran medium dengan panjang lintasan sekitar 15 kilometer.
Selama masa uji coba, Trans Semarang akan melakukan evaluasi terhadap tingkat okupansi penumpang serta kebutuhan layanan transportasi masyarakat di kawasan tersebut.
BACA JUGA: Bukan Sekadar Mall, 23 Semarang Jadi Lifestyle Sanctuary Baru di Jawa Tengah
Jam operasional layanan dua armada BRT Trans Semarang itu dimulai pukul 07.30 WIB hingga 22.30 WIB. Namun frekuensi keberangkatan disesuaikan dengan jam-jam aktivitas karyawan Mall 23 dan pengguna kawasan POJ City.
“Jam operasional armada kami menyesuaikan dengan aktivitas karyawan dan pengunjung Mall 23. Pada jam-jam sibuk pagi, siang, hingga sore, headway atau waktu tunggu rata-rata sekitar 10 menit. Sementara di luar jam padat, waktu tunggunta bisa berkisar 20-30 menit,” ungkap Haris.
Sejauh ini, antusiasme masyarakat yang memanfaatkan BRT menuju Mal 23 maupun kawasan POJ City menunjukkan tren positif. BRT Trans Semarang bisa menjadi alternatif transportasi publik bagi pekerja, pelajar maupun masyarakat umum yang ingin berpergian ke kawasan POJ City atau Mall 23.
Di sisi lain, Trans Semarang juga tengah mengkaji berbagai masukan masyarakat terkait permintaan pengaktifan kembali layanan menuju kawasan The Park Semarang. Kajian dengan menghitung kebutuhan armada, jarak tempuh, hingga waktu tunggu penumpang.
“Kami juga memantau masukan melalui media sosial terkait rute ke The Park untuk difungsikan lagi. Saat ini sedang kami kaji dan hitung kilometer tempuhnya untuk nantinya menyesuaikan dengan rute POJ,” tutur Haris.
Haris menyatakan bahwa rute menuju kawasan tersebut sebelumnya sempat beroperasi. Namun beralih ke wilayah lain yang memiliki kebutuhan transportasi lebih besar, khususnya kawasan dengan konsentrasi sekolah yang tinggi.
“Dulu rute itu pernah ada, tetapi kami alihkan karena melihat kebutuhan transportasi di kawasan Kokrosono cukup besar dengan banyaknya sekolah. Prioritas kami saat itu mendukung mobilitas pelajar,” katanya. (*)





