Di jalur A, penjualan tertinggi tercatat di Rest Area 456A dengan rata-rata konsumsi mencapai 5,8 kiloliter per hari. Sementara di jalur B, Rest Area 456B mencatat rata-rata konsumsi 4,1 kiloliter per hari.
Manfaat layanan ini langsung pengguna rasakan saat perjalanan mudiknya. Iwan, salah satu pemudik, mengaku keberadaan Modular BBM membuat perjalanan terasa lebih nyaman.
“Pengisian BBM jadi lebih cepat, terutama saat rest area padat. Antrean bisa berkurang dan perjalanan jadi lebih lancar,” kata Iwan.
Selain pengisian BBM, Serambi MyPertamina juga menjadi tempat favorit pemudik untuk memulihkan stamina. Di wilayah Jawa Bagian Tengah, layanan Pertamina ini tersedia di Rest Area 260B, Rest Area 379A, serta area kedatangan Bandara Internasional Yogyakarta.
“Antusiasme masyarakat sangat tinggi. Hingga 5 Januari 2026, jumlah pengunjung terbanyak tercatat di Serambi MyPertamina Rest Area 260B sebanyak 3.430 orang, disusul Rest Area 379A dengan 3.428 pengunjung. Mini Serambi MyPertamina di Bandara YIA juga diminati 1.669 pengunjung,” jelas Taufiq.
Fasilitas Serambi MyPertamina
Serambi MyPertamina menyediakan beragam fasilitas gratis, mulai dari pemeriksaan kesehatan, area bermain anak, potong rambut, makanan dan minuman, hingga layanan perawatan diri. Fasilitas ini dirancang agar pemudik dapat beristirahat dengan optimal sebelum kembali melanjutkan perjalanan.
Salah satu pengunjung, Dita, mengaku terbantu dengan kelengkapan fasilitas yang tersedia.
“Tempatnya nyaman dan lengkap. Saya bisa cek kesehatan, anak-anak bisa bermain, bahkan ada makanan gratis. Perjalanan jadi lebih aman dan menyenangkan,” ujar Dita.
Selama periode Nataru, Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah juga mencatat peningkatan konsumsi BBM berkualitas. Konsumsi Pertamax Series naik sebesar 10,1 persen dari kondisi normal, sementara Dex Series melonjak hingga 35,6 persen. Peningkatan ini mencerminkan kesadaran masyarakat akan pentingnya performa kendaraan untuk perjalanan jarak jauh. (*)
Editor: Elly Amaliyah





