SEMARANG, beritajateng.tv – Rest area di jalur Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi penopang penting kelancaran arus mudik dan balik selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Di tengah tingginya mobilitas masyarakat, sejumlah layanan di rest area justru mencuri perhatian dan menjadi favorit para pemudik.
Berdasarkan survei Badan Kebijakan Transportasi Kementerian Perhubungan, Jawa Tengah dan DIY tercatat sebagai daerah tujuan utama sekaligus jalur transit nasional selama periode Nataru.
Arus perjalanan darat menuju wilayah timur Pulau Jawa maupun sebaliknya berlangsung relatif lancar. Di dukung kesiapan infrastruktur jalan, pengaturan lalu lintas, serta layanan energi di titik-titik strategis.
Rest area berperan penting sebagai ruang jeda bagi pengendara untuk beristirahat sekaligus menekan risiko kecelakaan.
BACA JUGA: Mobilitas Tinggi Nataru, Pertamina Catat Lonjakan Dex Series hingga 35,6 Persen
Di wilayah Jateng dan DIY, terdapat 25 rest area tipe A di ruas tol, serta sejumlah rest area tipe B dan C di jalur non-tol yang ramai, terutama di sepanjang Tol Trans Jawa.
Selama Nataru, dua layanan tercatat menjadi primadona masyarakat, yakni Modular Dispenser BBM Portable dan Serambi MyPertamina.
Kedua layanan ini banyak peminatkarena mudah di akses dan tersedia secara gratis bagi pengguna jalan.
Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Jawa Bagian Tengah, Taufiq Kurniawan, menjelaskan bahwa Modular Dispenser BBM di siagakan untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan bahan bakar di titik rest area yang tidak memiliki SPBU.
“Di wilayah Jawa Tengah dan DIY, kami menyiapkan Modular Dispenser BBM di 14 titik jalur tol dan empat titik jalur non-tol. Layanan ini sangat membantu mengurai antrean dan memastikan kelancaran perjalanan masyarakat,” ujar Taufiq.
Ia menyebutkan, selama periode Nataru, konsumsi BBM di Modular Dispenser menunjukkan angka yang signifikan.
Di jalur A, penjualan tertinggi tercatat di Rest Area 456A dengan rata-rata konsumsi mencapai 5,8 kiloliter per hari. Sementara di jalur B, Rest Area 456B mencatat rata-rata konsumsi 4,1 kiloliter per hari.
Manfaat layanan ini langsung pengguna rasakan saat perjalanan mudiknya. Iwan, salah satu pemudik, mengaku keberadaan Modular BBM membuat perjalanan terasa lebih nyaman.
“Pengisian BBM jadi lebih cepat, terutama saat rest area padat. Antrean bisa berkurang dan perjalanan jadi lebih lancar,” kata Iwan.
Selain pengisian BBM, Serambi MyPertamina juga menjadi tempat favorit pemudik untuk memulihkan stamina. Di wilayah Jawa Bagian Tengah, layanan Pertamina ini tersedia di Rest Area 260B, Rest Area 379A, serta area kedatangan Bandara Internasional Yogyakarta.
“Antusiasme masyarakat sangat tinggi. Hingga 5 Januari 2026, jumlah pengunjung terbanyak tercatat di Serambi MyPertamina Rest Area 260B sebanyak 3.430 orang, disusul Rest Area 379A dengan 3.428 pengunjung. Mini Serambi MyPertamina di Bandara YIA juga diminati 1.669 pengunjung,” jelas Taufiq.
Fasilitas Serambi MyPertamina
Serambi MyPertamina menyediakan beragam fasilitas gratis, mulai dari pemeriksaan kesehatan, area bermain anak, potong rambut, makanan dan minuman, hingga layanan perawatan diri. Fasilitas ini dirancang agar pemudik dapat beristirahat dengan optimal sebelum kembali melanjutkan perjalanan.
Salah satu pengunjung, Dita, mengaku terbantu dengan kelengkapan fasilitas yang tersedia.
“Tempatnya nyaman dan lengkap. Saya bisa cek kesehatan, anak-anak bisa bermain, bahkan ada makanan gratis. Perjalanan jadi lebih aman dan menyenangkan,” ujar Dita.
Selama periode Nataru, Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah juga mencatat peningkatan konsumsi BBM berkualitas. Konsumsi Pertamax Series naik sebesar 10,1 persen dari kondisi normal, sementara Dex Series melonjak hingga 35,6 persen. Peningkatan ini mencerminkan kesadaran masyarakat akan pentingnya performa kendaraan untuk perjalanan jarak jauh. (*)
Editor: Elly Amaliyah





