“Sebelumnya, peserta terbatas pada pelaku UMK dari Program Pendanaan Usaha Mikro Kecil (PPUMK), sekarang terbuka untuk umum dengan proses pendaftaran yang lebih luas,” katanya.
Dengan lebih dari 8.000 pendaftar, sekitar 5.500 peserta terpilih melanjutkan ke tahap pelatihan. “Pelatihan Regional berlangsung dari Juni hingga Agustus, dan tahap nasional dimulai pada September,” jelas Brasto.
Selain pelatihan daring, terdapat pula kegiatan kopi darat untuk mempertemukan peserta dari berbagai wilayah, termasuk Semarang, Yogyakarta, dan Solo.
Dari 133 peserta di Regional Jawa Bagian Tengah, 45 peserta berhasil lolos ke skala nasional, termasuk Bengok Craft, yang berkat keaktifan dan keunggulan usahanya. Peserta yang terpilih akan mengikuti pelatihan lanjutan yang lebih intensif untuk memperkuat kemampuan bisnis mereka.
Dengan inisiatif inovatif ini, Bengok Craft tidak hanya memberdayakan masyarakat tetapi juga menjaga kelestarian lingkungan, menjadikan contoh nyata bagaimana kreativitas dapat mengubah tantangan menjadi peluang. (*)
Editor: Elly Amaliyah





