SEMARANG, beritajateng.tv – Beberapa hari terakhir, sebuah bajaj warna kuning mencolok tampak wara-wiri di pusat Kota Semarang. Kendaraan khas Jakarta itu tampak melintas di sekitar Simpang Lima, Tugu Muda hingga Kota Lama Semarang.
Hadirnya bajaj di Kota Semarang tentu menarik perhatian masyarakat, terutama anak-anak. Terlebih, eksistensi transportasi jadul itu sudah lama meredup, kalah dibanding seri motor dan mobil keluaran terbaru.
Seperti halnya Nike, warga Krapyak, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang. Ia dan kakaknya, Veronica, sengaja mengajak anak-anak mereka untuk mencoba sensasi menaiki bajaj.
“Seneng banget, apalagi ini pertama kalinya kita naik bajaj setelah bertahun-tahun cuma bisa nonton Bajaj Bajuri, sekarang kita bisa naik bajaj langsung, ya,” katanya seusai mencoba berkeliling, Selasa, 19 November 2023.
BACA JUGA: Pegadaian Syariah Ajak Anak-anak Panti Asuhan Keliling Semarang dan Nonton Petualangan Sherina 2
Nike mengaku sengaja mengajak anaknya Allenio (2) dan Nalagu (4) untuk memperkenalkan angkutan jadul yang sempat booming saat ia kecil. Bahkan, Allenio dan Nalagu turut antusias selama perjalanan dan ikut bernyanyi.
“Bajajnya keren, kirain kaya naik becak ternyata lebih cepet, nggak panas juga anginnya sepoi-sepoi,” imbuhnya.
Senada, Afifah Khumaira (6), siswa SD Candisari 01 juga mengungkapkan rasa senangnya dapat menaiki bajaj. Afifah yang kebetulan sedang libur sekolah itu naik didampingi ibu dan tantenya.
“Pengen naik bajaj lagi. Tadi muter-muter di Kota Lama, lihat gedung-gedung tua. Walau diliatin orang-orang tapi seneng, besok-besok mau lagi pastinya,” katanya.
Keliling Semarang naik bajaj, isi libur sekolah dengan edukasi
Sementara itu, bajaj tersebut ternyata milik Lapis Kukus Lawang Sewu, sebuah toko oleh-oleh terkenal di Kota Semarang. Rian Fahmi Waliulu, Tim dari Lapis Kukus Lawang Sewu menjelaskan, pihaknya sengaja menghadirkan bajaj untuk mengisi waktu libur anak sekolah dengan bermain sekaligus belajar.
Menurutnya, meski bajaj bukan merupakan transportasi umum di Semarang namun perlu untuk dikenalkan kepada generasi muda. Selain itu, hadirnya bajaj ini sekaligus untuk memperkenalkan destinasi-destinasi wisata di sekitar Kota Semarang.
“Sepanjang perjalanan kita kenalin Kota Semarang, mulai dari Simpang Lima, Tugu Muda, sampai Lawang Sewu. Dan bahkan ternyata orang-orang belum tahu 0 km ternyata di depan kantor Pos Indonesia,” kata Rian.
BACA JUGA: Keliling Kota Semarang Gratis dengan Menggunakan Bus Tingkat, Begini Caranya
Rian berharap, dengan membawa bajaj ke Kota Semarang dapat mengenalkan ke generasi muda terkait bajaj yang pernah menjadi salah satu alat transportasi terkenal di masanya melalui sinetron Bajaj Bajuri.
Apalagi, bajaj kuning Lapis Kukus Lawang Sewu ini secara khusus pihaknya pesan dari Kota Jakarta.
“Temen-temen semua, yuk manfaatkan momen liburan kali ini dengan naik bajaj Lapis Kukus Lawang Sewu. Gratis, hanya satu syarat, bawa anak di bawah 12 tahun. Silakan hubungi Masmin atau Mbakmin di Instagram,” ajaknya.
Sebagai informasi, Lapis Kukus Lawang Sewu menyediakan bajaj dalam rangka mengisi liburan sekolah sampai tanggal 31 Desember 2023. Semua orang dapat naik bajaj secara gratis tanpa biaya sepeser pun. Hanya perlu membawa anak di bawah 12 tahun. (*)
Editor: Mu’ammar Rahma Qadafi





