Jateng

Isu Perusahaan Tak Mampu Rekrut Karyawan Baru, Serikat Buruh di Jateng Justru Soroti Ancaman PHK

×

Isu Perusahaan Tak Mampu Rekrut Karyawan Baru, Serikat Buruh di Jateng Justru Soroti Ancaman PHK

Sebarkan artikel ini
Upah Semarang | FSPMI May Day
Ketua DPW FSPMI Jawa Tengah, Aulia Hakim, usai menghadiri audiensi dengan Komisi E DPRD Jawa Tengah, Kamis, 16 April 2026 sore. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Serikat buruh di Jawa Tengah (Jateng) menyoroti potensi pemutusan hubungan kerja (PHK) di tengah isu dampak konflik Iran dan Amerika Serikat, alih-alih soal minimnya pembukaan lowongan kerja baru seperti yang Asosiasi Pengusaha Indonesia atau Apindo sampaikan belum lama ini.

Ketua Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Jawa Tengah sekaligus Koordinator Aliansi Buruh Jawa Tengah (ABJaT), Aulia Hakim, menilai pernyataan Apindo terkait tidak adanya rekrutmen tenaga kerja belum terdukung kajian yang jelas.

“Yang pertama data yang dikeluarkan lintas lembaga ini belum dikasih. Walaupun Apindo mengatakan ini tidak akan merekrut karyawan baru, tapi sebenarnya kami belum ada kajian. Belum ada dampak terkait hal itu,” ujar Aulia saat beritajateng.tv konfirmasi, Jumat, 24 April 2026.

Aulia menuturkan, fokus persoalan ketenagakerjaan saat ini justru bukan pada pembukaan lowongan kerja baru, melainkan potensi PHK yang bisa terjadi di tingkat perusahaan.

BACA JUGA: APBD Sehat, Pemkot Semarang Jamin Gaji ASN dan P3K Aman, Tak Ada PHK di 2026

Pihaknya menegaskan, isu utama yang perlu terwaspadai buruh adalah kemungkinan perusahaan melakukan PHK dengan alasan kondisi ekonomi.

“Kalau versi dari pengusaha mengatakan ini nanti akan tidak rekrut karyawan baru, ya justru kami beranggapan bukan pada isu itu. Bahwa justru isu yang kami usulkan adalah dampak PHK-nya. Bukan dalam pengusahanya,” tegasnya.

Ia menyebut, keputusan perusahaan terkait perekrutan tenaga kerja sering kali tidak dapat di pastikan karena minimnya transparansi kondisi internal perusahaan.

“Karena perusahaan juga kita enggak paham ya, kalau pengusaha mau rekrut tidaknya, karena kadang pengusaha tidak mengeluarkan audit secara independen. Itu sebenarnya,” imbuhnya.

Aulia Ungkat Maraknya Pola Perusahaan PHK Karyawan, Lalu Rekrut Kembali Pekerja Baru

Lebih lanjut, Aulia menyoroti praktik yang kerap terjadi di lapangan, di mana perusahaan mengklaim tidak mampu melakukan perekrutan, namun justru melakukan PHK dan kembali mengganti tenaga kerja.