Jateng

Jadi Pesta Rakyat di Simpang Lima, MTQ Nasional Kembali ke Jawa Tengah Usai 47 Tahun Penantian

×

Jadi Pesta Rakyat di Simpang Lima, MTQ Nasional Kembali ke Jawa Tengah Usai 47 Tahun Penantian

Sebarkan artikel ini
MTQ Nasional
Penampilan hiburan tari kolosal dalam pembukaan MTQ Nasional XXXI 2026 di Simpang Lima Kota Semarang, Sabtu, 12 September 2026 malam. (Yuni Esa Anugrah/beritajateng.tv)

Pratikno menilai MTQ Nasional memiliki fungsi penting sebagai ruang silaturahmi masyarakat dari berbagai penjuru Indonesia.

Para peserta memang datang dengan membawa nama provinsi masing-masing. Namun, menurutnya, seluruh kafilah tetap berada dalam satu identitas sebagai bagian dari Indonesia.

“Memang Bapak Ibu membawa nama daerah, namun Bapak Ibu dan Saudara-saudara semuanya hadir dalam satu rumah bernama Indonesia. Perbedaan daerah, bahasa, tradisi, di gaya membaca Alquran adalah gaya membaca,” katanya.

Menteri Agama RI Nasaruddin Umar menekankan agar penyelenggaraan MTQ tidak berhenti pada kemampuan membaca dan menghafal Al-Qur’an.

BACA JUGA: Penyelenggaraan MTQ Nasional di Jawa Tengah Beri Kesan Kafilah Luar Daerah

Menurutnya, nilai-nilai Al-Qur’an harus ԁiwujudkan dalam perilaku dan kehidupan sehari-hari. Karena itu, MTQ ԁiharapkan menjadi momentum untuk mempertemukan kemampuan membaca dengan tindakan serta hafalan dengan pengamalan.

“Musabaqah Tilawatil-Qur’an ԁiharapkan mampu menjadi momentum untuk menyambungkan kembali bacaan dengan tindakan, hafalan dengan pengamalan serta pengetahuan dengan keteladanan,” ujarnya.

Nasaruddin juga mengingatkan para peserta bahwa kompetisi hanya berlangsung selama berada di arena perlombaan. Setelah keluar dari arena, seluruh kafilah tetap menjadi bagian dari persaudaraan yang sama.

“Di arena MTQ boleh ada persaingan untuk mencapai prestasi terbaik. Namun, di luar arena kita semua adalah sahabat seperjuangan dalam menjaga Al-Qur’an dan mengabdi kepada Indonesia,” tegasnya.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyebut penyelenggaraan MTQ Nasional XXXI menjadi catatan bersejarah bagi Jawa Tengah. Sebab, ajang tersebut kembali ԁigelar di Jawa Tengah setelah 47 tahun.

Menurutnya, kedatangan kafilah dari berbagai daerah juga menjadi kesempatan untuk memperkuat semangat persatuan dan kebersamaan.

“MTQ ke-31 tahun 2026 merupakan momen yang bersejarah bagi Jawa Tengah karena hampir berpuluh-puluh tahun rentang kendali ini tidak pernah sampai di Pulau Jawa,” ujarnya.

BACA JUGA: MTQ Nasional di Semarang, Menag Nasaruddin Umar; Pesta Rakyat Lintas Agama