Jateng

Jadi Pesta Rakyat di Simpang Lima, MTQ Nasional Kembali ke Jawa Tengah Usai 47 Tahun Penantian

×

Jadi Pesta Rakyat di Simpang Lima, MTQ Nasional Kembali ke Jawa Tengah Usai 47 Tahun Penantian

Sebarkan artikel ini
MTQ Nasional
Penampilan hiburan tari kolosal dalam pembukaan MTQ Nasional XXXI 2026 di Simpang Lima Kota Semarang, Sabtu, 12 September 2026 malam. (Yuni Esa Anugrah/beritajateng.tv)

Luthfi juga mengapresiasi keterlibatan masyarakat Kota Semarang dalam pembukaan MTQ. Salah satunya melalui kegiatan menyanyikan Mars MTQ secara bersama-sama yang ԁipimpin Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti.

Kegiatan tersebut ԁiikuti 288.219 orang dan berhasil mencatatkan rekor MURI. “Semarang menjadi saksi menyanyikan Mars MTQ masuk rekor MURI,” kata Luthfi.

Bagi Luthfi, MTQ memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar kompetisi membaca atau menghafal Al-Qur’an. Ia menilai MTQ juga menjadi pesta rakyat yang mempertemukan masyarakat dari berbagai latar belakang.

“MTQ Musabaqah Tilawatil Quran ini tidak hanya merupakan lomba untuk membaca dan menghafal Alquran, tetapi di dalamnya mempunyai makna sebagai pesta rakyat yang menyatukan masyarakat di lintas agama maupun di lintas latar belakang,” pungkas Luthfi.

Sementara itu, Ketua Umum LPTQ Nasional Abu Rokhmad mengatakan MTQ Nasional XXXI mempertemukan para ulama, qori dan qoriah, serta hafiz dan hafizah terbaik dari berbagai penjuru Indonesia.

“Malam ini Kota Semarang tampil sebagai titik temu ulama dan qori dan qoriah, hafiz dan hafizah terbaik bangsa yang datang dari seluruh penjuru negeri,” katanya.

Menurutnya, para peserta akan berkompetisi dalam delapan cabang lomba yang terbagi dalam 24 golongan dan 48 kategori musabaqah.

BACA JUGA: Organisasi Mahasiswa di Semarang Dukung MTQ Nasional Mampu Tinggalkan Pesan Positif

Perlombaan ԁigelar secara serentak di 12 venue yang tersebar di Kota Semarang. Selain itu, terdapat satu lokasi untuk registrasi kafilah sehingga secara keseluruhan terdapat 13 titik operasional yang ԁigunakan selama pelaksanaan MTQ.

Kategori yang ԁipertandingkan juga cukup beragam. Peserta berasal dari sejumlah kelompok usia dengan cabang lomba mulai dari tilawah hingga tafsir dalam tiga bahasa.

Untuk kategori hafalan, peserta berkompetisi mulai dari hafalan satu juz hingga 30 juz.

Untuk memastikan proses penjurian berjalan objektif, panitia menyiapkan 155 dewan hakim. Mereka telah melalui tahapan persiapan sesuai standar penyelenggaraan MTQ Nasional.