Pengguna jalan sebaiknya tetap berada pada satu lajur sesuai kecepatan kendaraan. Lajur kanan sebaiknya digunakan hanya saat mendahului kendaraan lain.
Pengendara dengan kecepatan rendah sebaiknya bertahan pada lajur kiri. Kebiasaan tersebut membantu menjaga arus kendaraan tetap stabil.
Pengemudi juga perlu memantau kondisi jalan jauh ke depan. Langkah tersebut membantu mengenali perubahan arus atau titik akhir jalur one way.
BACA JUGA: Persiapan Arus Mudik 2026, Satlantas Polres Semarang Tunggu Jadwal Uji Coba Exit Tol Ambarawa
Perpindahan lajur tidak boleh berlangsung secara mendadak. Pengendara sebaiknya berpindah sesuai arahan petugas lalu lintas yang berjaga sepanjang jalur tol.
Sebelum berpindah jalur, pengemudi perlu mengecek spion serta menoleh sekilas. Bunyi klakson dapat menjadi tanda keberadaan kendaraan kepada pengendara lain.
Setelah seluruh kondisi aman, kendaraan dapat berpindah ke lajur yang diinginkan. Kedisiplinan pengendara akan membantu perjalanan mudik berlangsung lebih aman dan lancar. (*)





