“Satu-satunya untuk membuat mereka [investor] datang dan mau membawa eksekutifnya yang top level excecutive dengan breakthrough itu tadi. Yang kedua tentu bisa menghidupkan ekonomi dan pariwisata masyarakat ya,” sambungnya.
Lebih lanjut, Susi berharap Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang bisa memiliki 5 (lima) feeder atau penghubung airport ke bandara kecil di daerah.
Tentunya, tutur Susi, hal itu bisa terwujud jika mendapat dukungan dari pemerintah setempat.
“Pantai utara kalau bisa dibikin bandara kecil, gak usah besar-besar. Jadi Bandara Internasional Ahmad Yani punya 5 feeder airport dan itu akan sah jadi bandara internasional, karena harus ada rute kecil masuk ke bandara internaisional,” pungkas Susi.
Gubernur Jateng keluhkan perjalanan Semarang-Cilacap via darat terlalu makan waktu
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi turut mengeluhkan perjalanan dari Semarang ke Cilacap via darat yang menurutnya cukup memakan waktu.
BACA JUGA: Beredar Video Asusila Napi di Kantor Lapas Jateng, Kemenkumham Telusuri: Tidak Ada Bilik Asmara
Ia pun berharap Cilacap bisa menjadi daerah di Jateng yang mempunyai bandara perintis.
“Perintisnya kalau bisa gak hanya di Karimunjawa ya. Coba bayangkan kalau orang Semarang di daerah Cilacap, 4 jam itu. Kalau jalan ke Jakarta sama saja dengan ke Cilacap, kenapa gak pakai pesawat Bu Susi saja?,” ungkap Luthfi.
Tak hanya itu, Luthfi juga menyebut penerbangan perdana Semarang-Karimunjawa ini menjadi titik awal pertumbuhan ekonomi baru.
“Kecepatan lalu pengenalan potensi wilayah diawali dengan transportasi baik udara maupun laut yang kita prioritaskan. Jateng dengan luas 3.254.412 hektar tidak cukup dengan keterbatasan waktu dan tempat,” pungkasnya. (*)
Editor: Farah Nazila





