Disfungsi ereksi dapat kita kenali melalui beberapa tanda, seperti sulit memperoleh ereksi meski memiliki hasrat seksual, ereksi tidak bertahan lama. Kualitas ereksi menurun daripada sebelumnya, hingga kegagalan ereksi yang semakin sering terjadi.
Kondisi tersebut juga kerap berdampak pada kepercayaan diri dan keharmonisan hubungan dengan pasangan.
Apabila keluhan berlangsung selama beberapa minggu atau terus berulang, pria di sarankan segera berkonsultasi dengan dokter dan tidak melakukan pengobatan sendiri tanpa pemeriksaan.
“Pemeriksaan bertujuan mencari penyebab utama gangguan sehingga terapi yang dokter berikan benar-benar sesuai dengan kondisi pasien. Penanganan setiap orang bisa berbeda,” jelasnya.
Gaya Hidup Sehat Jadi Kunci
Selain terapi medis, perubahan gaya hidup menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan seksual pria. Berolahraga secara rutin, menjaga berat badan ideal, mengonsumsi makanan bergizi, berhenti merokok, membatasi konsumsi alkohol. Mengelola stres, tidur yang cukup, serta melakukan pemeriksaan kesehatan berkala dapat membantu menjaga fungsi seksual tetap optimal.
Menurut tim medis The Men’s Clinic, berbagai kebiasaan sehat tersebut tidak hanya meningkatkan kualitas kehidupan seksual. Tetapi juga menjaga kesehatan jantung, pembuluh darah, dan metabolisme tubuh secara menyeluruh.
“Kami mengedepankan pemeriksaan yang komprehensif sebelum menentukan terapi. Setiap pasien memiliki penyebab yang berbeda sehingga membutuhkan penanganan yang di sesuaikan dengan kondisi masing-masing,” pungkasnya. (*)





