Pariwisata

Jangan Lewatkan! Festival Durian Gunungpati, Ada Kontes Hingga Lomba Makan Durian

×

Jangan Lewatkan! Festival Durian Gunungpati, Ada Kontes Hingga Lomba Makan Durian

Sebarkan artikel ini
Jangan Lewatkan! Festival Durian Gunungpati, Ada Kontes Hingga Lomba Makan Durian
Pamflet Festival Durian Gunungpati Semarang. (Doc. Pemkot)

SEMARANG, beritajateng.tv – Pecinta durian ayo merapat ke Festival Durian Gunungpati yang berlangsung selama tiga hari, mulai 30 Januari hingga 1 Februari 2026, di shelter kuliner Cepoko, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang.

Ajang tahunan ini menjadi magnet bagi pecinta durian sekaligus etalase potensi durian lokal unggulan.

Festival ini tak sekadar perayaan musim durian, tetapi juga ruang bertemu antara petani, pedagang, dan masyarakat.

Di tengah tantangan cuaca ekstrem yang memengaruhi hasil panen, warga Gunungpati tetap berkomitmen menjaga tradisi festival sebagai bentuk dukungan terhadap petani durian lokal.

Ketua Panitia Festival Durian Cempoko Gunungpati, Sutarjo, mengatakan festival tetap terlaksana meski produksi durian tahun ini tidak seoptimal tahun-tahun sebelumnya akibat curah hujan yang tinggi.

“Festival ini sudah menjadi agenda tahunan dan kebanggaan masyarakat Gunungpati. Walaupun panen durian tahun ini menurun karena hujan hampir setiap hari, kami tetap melaksanakannya sebagai bentuk dukungan kepada petani lokal,” ujar Sutarjo.

BACA JUGA: Hidden Gem Durian Gunungpati Semarang, Legit Lumer Langsung dari Kebun Pak Robert

Berbeda dari pelaksanaan sebelumnya, tahun ini panitia meniadakan kirab budaya. Keputusan tersebut di ambil dengan mempertimbangkan faktor keselamatan dan kondisi cuaca yang tidak menentu.

“Kirab kami tiadakan demi keamanan, terutama anak-anak yang biasanya ikut arak-arakan. Kami tidak ingin mengambil risiko,” jelasnya.

Rencananya, pembukaan Festival secara resmi oleh Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti. Kemudian berlanjut dengan pentas seni dan rangkaian lomba yang menjadi daya tarik utama pengunjung.

Panitia menyiapkan kontes durian unggul, lomba makan durian tercepat, pelatihan pembuatan pancake durian, senam massal, hingga lomba mewarnai tingkat PAUD.

“Setiap hari juga akan ada hiburan live music dan tarling agar suasana festival tetap hidup dan ramah keluarga,” kata Sutarjo.

Lomba makan durian tercepat menjadi salah satu agenda yang paling ditunggu. Panitia membatasi jumlah peserta maksimal 60 orang dengan syarat kesehatan tertentu, termasuk tidak memiliki riwayat tekanan darah tinggi. Peserta juga dikenakan biaya pendaftaran Rp20 ribu.

“Tahun ini durian sudah kami siapkan di lapak, jadi peserta tidak perlu membuka sendiri. Selain lebih aman, juga lebih nyaman,” ungkapnya.

Selain lomba, festival menghadirkan pasar durian yang diisi sekitar 16 lapak, dengan 11 lapak telah terdaftar.

Mayoritas pedagang berasal dari Gunungpati, sementara sisanya datang dari Brongkol, Kabupaten Semarang, Boja di Kendal, dan wilayah Mijen.

Menurut Sutarjo, keterlibatan petani dari luar daerah bertujuan memberi pembanding kualitas durian lokal Gunungpati sekaligus mengantisipasi keterbatasan panen tahun ini.

Durian Unggulan Gunungpati

“Durian unggulan Gunungpati seperti Malika dan Monti tetap kami tampilkan. Walaupun kualitas Malika tahun ini sedikit menurun karena cuaca, pengembangan bibit terus kami lakukan agar ke depan lebih baik,” katanya.

Soal harga, panitia tidak mematok harga khusus. Namun, pengunjung tetap bisa menikmati durian dengan harga terjangkau.

“Kami siapkan durian mulai sekitar Rp100 ribu untuk empat buah, supaya masyarakat tetap bisa menikmati,” tambahnya.

Ia menambahkan, festival melibatkan petani durian lokal sebagai peserta utama, khususnya dari Kelurahan Cempoko sebagai tuan rumah. Namun, partisipasi dari luar daerah tetap dibuka untuk memperkaya ragam durian yang ditampilkan.

“Fokusnya durian Gunungpati, tapi kehadiran durian dari luar daerah justru menjadi pembanding sekaligus daya tarik bagi pengunjung,” ujarnya.

Selain durian segar, pengunjung juga dapat menikmati kuliner UMKM lokal, membeli bibit durian unggul, serta mengikuti berbagai hiburan keluarga yang terbuka untuk umum selama tiga hari penuh. (*)

Editor: Elly Amaliyah

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp