Gaya Hidup

Ratusan Pelajar SMP Tampilkan Flashmob Tari Jawa bersama Pepadi di CFD Semarang

×

Ratusan Pelajar SMP Tampilkan Flashmob Tari Jawa bersama Pepadi di CFD Semarang

Sebarkan artikel ini
Ratusan Pelajar SMP Tampilkan Flashmob Tari Jawa bersama Pepadi di CFD Semarang
Gerakan Flashmob Tari Jawa di Area CFD Jalan Pahlawan Semarang. (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Suasana Car Free Day di Jalan Pahlawan, Minggu pagi, 25 Januari 2026, mendadak berubah menjadi panggung budaya terbuka.

Ratusan pelajar SMP dari berbagai sekolah tampil serempak dalam flashmob tari Jawa gagasan Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) Kota Semarang.

Sejak pukul 06.30 WIB, alunan gamelan mengalir di sepanjang kawasan CFD. Gerak tari yang enerjik dan terkoordinasi langsung menyedot perhatian warga yang tengah berolahraga maupun sekadar berjalan santai.

Jalan Pahlawan pun seketika menjadi ruang ekspresi budaya yang hidup, memadukan seni tradisi dengan denyut aktivitas perkotaan.

Aksi kolosal ini tidak sekadar pertunjukan hiburan. Pepadi Kota Semarang membawa pesan kuat tentang pentingnya mengenalkan seni tradisi Jawa kepada generasi muda dengan cara yang relevan dan dekat dengan keseharian mereka.

Ketua Pepadi Kota Semarang, Dr. H. Anang Budi Utomo, mengatakan flashmob tari Jawa di ruang publik jadi strategi untuk menumbuhkan rasa cinta generasi muda terhadap budaya leluhur.

“Kegiatan ini kami rancang sebagai upaya mendekatkan anak-anak dengan seni tari Jawa. Harapannya, mereka tidak hanya mengenal, tetapi juga mencintai dan merasa memiliki seni tradisi sebagai bagian dari identitas mereka,” ujar Anang di sela kegiatan.

BACA JUGA: PEPADI Semarang Mantapkan Program Pelestarian Wayang dalam Musyawarah Daerah

Menurut Anang, ruang publik seperti Car Free Day menjadi media yang efektif untuk menghapus stigma bahwa seni tradisi hanya milik kalangan tertentu atau generasi tua. Dengan kemasan secara kreatif, seni tari justru dapat masyarakat terima dan nikmati lintas usia.

“CFD adalah ruang perjumpaan masyarakat. Di sinilah seni tradisi bisa hadir secara alami, berdampingan dengan kehidupan kota yang dinamis,” katanya.

Pepadi Kota Semarang, lanjut Anang, berkomitmen terus terlibat aktif dalam menjaga eksistensi kesenian Nusantara di tengah derasnya arus globalisasi dan budaya populer.

“Kami siap menjadi bagian terdepan dalam upaya pelestarian seni tradisi. Tanggung jawab ini harus dimulai sejak dini, dari generasi muda,” tegasnya.

Antusiasme peserta dan pengunjung terlihat sepanjang kegiatan. Selain ratusan pelajar SMP, Pepadi juga menghadirkan penari gagahan yang membawakan pethilan Sesaji Rajasuya dengan balutan kostum wayang orang.

Warga yang memadati Jalan Pahlawan tampak ikut menari, mengikuti gerakan sederhana dengan penuh semangat.

Menariknya, sejumlah anggota Polwan Satlantas Polrestabes Semarang turut larut dalam flashmob. Mereka ikut menari bersama para pelajar dan warga, menciptakan suasana kebersamaan yang hangat dan mengesankan.

Pepadi Kota Semarang berharap kegiatan serupa dapat berjalan secara rutin sebagai bagian dari pembinaan seni budaya di Kota Semarang.

Selain menumbuhkan kecintaan terhadap budaya, kegiatan ini menurutnya mampu membangun karakter generasi muda agar tetap berpijak pada nilai-nilai tradisi. (*)

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp