Uncategorized

Jatuh Cinta dengan Musik Dansa, Pemuda Semarang Ini Jadi Produser Musik EDM hingga Merambah ke DJ

×

Jatuh Cinta dengan Musik Dansa, Pemuda Semarang Ini Jadi Produser Musik EDM hingga Merambah ke DJ

Sebarkan artikel ini
DJ Semarang
Istaf Tsaqufa saat latihan nge-DJ menggunakan DJ controller miliknya, Kamis, 7 September 2023. (Fadia Haris Nur Salsabila/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Dengan gerakan tangan yang lincah dan pandangan fokus, seorang anak muda tampak memainkan DJ controller dengan mahir. Meski hanya latihan, ia berhasil menciptakan harmoni elektronik yang memukau telinga.

Ia adalah Istaf Tsaqufa, seorang pemuda asal Kota Semarang yang kini mulai menggeluti hobi sebagai DJ. Sebelumnya, Istaf lebih dulu terjun sebagai produser Electronic Dance Music (EDM).

Istaf mulai jatuh cinta pada musik dansa sejak 2017 lalu. Hingga akhirnya ia pun serius mendalami dunia EDM pada 2020 sebagai produser. Setelah tiga tahun berkutat di dunia EDM, kini Istaf mencoba hal baru, yaitu menjadi DJ.

“Bagi aku kenapa nge-DJ menarik, menurutku nge-play sebuah playlist lagu yang aku kurasi sendiri dan audiens suka itu suatu kebanggaan sendiri. Apalagi kalau aku bisa nge-play laguku sendiri,” ungkap Istaf saat beritajateng.tv temui di salah satu kafe di Jatingaleh, Kota Semarang, Kamis, 7 September 2023.

BACA JUGA: Tak Sekadar Merangkai Nada dan Irama, Begini Serunya Jadi Produser Musik EDM

Istaf sendiri mengaku mengidolakan beberapa DJ terkenal seperti Oliver Heldens, Martin Garrix, Bleu Clair, hingga Weird Genius. Tak heran jika ia kemudian mengadopsi beberapa teknik mixing dari idolanya.

Lebih lanjut, Istaf menjelaskan menjadi produser EDM dan menjadi seorang DJ adalah dua hal yang sangat berbeda. Hanya saja, menurut Istaf, orang dengan latar belakang music production cenderung lebih cepat mempelajari dunia DJ.

“Kalau music production kita menyusun suara, sampel, instrumen, sampai vokal menggunakan software, sedangkan DJ hanya untuk alat performance,” katanya.

Gabung komunitas DJ untuk perbanyak koneksi hingga ke luar Semarang

Serius akan minatnya pada DJ, Istaf kemudian bergabung dengan komunitas Doubleslash ID. Di situ, ia kemudian bertemu dengan teman-teman dengan satu hobi yang sama dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Surabaya, Jakarta, hingga Bali.

Bersama Doubleslash ID, Istaf pun berkesempatan untuk tampil pertama kali sebagai DJ pada acara Spectanica di Balai Kodam Diponegoro beberapa waktu yang lalu. Merupakan hal yang baru, Istaf belajar banyak hal dari penampilan pertamanya.

“Sebenarnya sebagai DJ nggak bisa nyetel lagu yang kita suka doang, tapi harus ngeliat pasar sukanya apa. Misal event kemarin itu event Jejepangan, ya kita setel lagu seputar Jejepangan,” ucapnya.

BACA JUGA: Turut Konser Persahabatan ‘Senyawaku Ada Untukmu’, Joharini Bawakan Genre Musik Kroncong Folk

Di sisi lain, Istaf menyebut peran teman dan lingkungan sekitar sangat penting dalam meningkatkan nilai diri. Terlebih di dunia musik dengan cepatnya perubahan gaya dan genre tiap tahunnya.

“Aku bisa nge-DJ, itu hasil minta feedback dari teman-teman yang lebih senior. Jadi emang peran teman itu penting banget, mereka bisa kasih saran, kasih feedback, kita juga terus meningkat tiap harinya,” pungkasnya. (*)

Editor: Mu’ammar Rahma Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp