Sakina tengah memitigasi melalui koordinasi dan diskusi dengan para pelaku usaha. Terutama, dengan sektor-sektor padat karya yang mendominasi investasi dan kegiatan industri di Jawa Tengah.
TONTON JUGA: Video Bambang Pacul Tanggapi Tarif Impor AS 32 Persen: Itu Pertempuran Global
“Kalau memang garmen, alas kaki, itu padat karya yang ada di Jawa Tengah, strategi yang kami inginkan sebetulnya adalah pangsa pasar. Tidak hanya Amerika Serikat, tapi terus berkembang ke berbagai negara yang sebetulnya masih menjadi potensi,” papar dia.
Berdasarkan data yang beritajateng.tv terima dari DPMPTSP Jawa Tengah, antara ekspor dan impor 2024 di Jawa Tengah masih surplus pada ekspornya. Sehingga, ekspor di Jawa Tengah lebih tinggi daripada impor.
Secara menyeluruh, total ekspor nonmigas Jawa Tengah pada 2024 menyentuh 10.763 juta dolar AS. Sementara nilai impor nonmigas Jawa Tengah pada 2024 di angka 7.842 juta dolar AS. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





