Jateng

Jejak Mbah Kiai Mergo di Kampung Sekayu Semarang, Tokoh Babat Alas Penjaga Warisan Para Wali

×

Jejak Mbah Kiai Mergo di Kampung Sekayu Semarang, Tokoh Babat Alas Penjaga Warisan Para Wali

Sebarkan artikel ini
Mbah Mergo
Gapura makam Mbah Mergo Kramatjati di Jalan Sekayu Kramatjati, Kampung Sekayu, Kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang. (Yuni Esa Anugrah/beritajateng.tv)

Arief mengibaratkan komunitas Sekayu seperti keluarga besar yang membutuhkan tokoh sentral agar silsilah dan sejarahnya tetap terjaga.

“Kalau dalam keluarga besar tidak ada tokoh, siapa yang membuat nasab dan menjelaskan sejarah? Itu bisa hilang. Tapi di Sekayu masih bisa bertahan,” katanya.

BACA JUGA: Mengenang Perjalanan Nh Dini dari Rumah Masa Kecil di Kampung Sekayu Semarang

Keberadaan Kampung Sekayu juga menjadi contoh bagaimana kekuatan sosial masyarakat dapat menjaga lingkungan dari konflik maupun perubahan yang tidak terkendali.

Dalam perspektif pembangunan modern, kawasan dengan solidaritas tinggi justru memiliki daya tahan lebih kuat ketimbang lingkungan yang masyarakatnya tidak peduli satu sama lain.

Arief menilai nilai kebersamaan itu merupakan warisan langsung dari kepemimpinan tokoh-tokoh terdahulu yang mampu menyatukan masyarakat.

“Lingkungan yang orangnya tak acuh biasanya mudah berubah. Tapi kalau masih ada tokoh dan kepedulian, bisa pertahankan itu,” ungkapnya.

Kini, Kampung Sekayu tidak hanya terkenal sebagai kawasan bersejarah, tetapi juga sebagai ruang hidup yang tetap mempertahankan tradisi dan identitas religiusnya.

Masjid Taqwa Sekayu menjadi simbol kesinambungan sejarah sejak masa para wali hingga generasi sekarang, sementara sosok Mbah Kiai Mergo terkenang sebagai figur penting yang memastikan warisan itu tidak terputus. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp